Inovasi Pintar Mahasiswa Ubaya Ciptakan Boneka untuk Cegah Pelecehan Anak Sejak Dini
January 21, 2026 03:04 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, Amelia Margaretha Suprapto, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur (Jatim), menciptakan terobosan inovatif berupa boneka yang mampu memberikan peringatan suara, saat area sensitifnya disentuh guna membekali anak usia dini tentang batasan tubuh.

Pentingnya Edukasi Seksual Sejak Usia Balita

Kepala KB Sanggar Kreativitas Ubaya, Shinta Oktaviani, menekankan bahwa 5 tahun pertama kehidupan anak adalah periode krusial untuk menanamkan pemahaman tentang perlindungan diri. 

Menurutnya, edukasi seks bukan sekadar biologi, melainkan pengenalan batasan yang harus dipahami anak, sebelum mereka terpapar informasi yang salah dari media sosial.

"Seks edukasi untuk anak usia dini sangat-sangat penting untuk dilakukan. Anak-anak dikenalkan pada tubuhnya sendiri, batasan-batasan tubuh, mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh oleh orang lain," ujar Shinta Oktaviani kepada SURYA.co.id, Rabu (21/1/2026). 

Ia menambahkan, bahwa melalui media boneka, anak dapat belajar kapan harus berkata tidak, berteriak dan melindungi diri sejak dini.

Inovasi Boneka dengan Sensor dan Ekspresi Magnetik

Karya Amelia ini bukan sekadar mainan biasa. Boneka ini dilengkapi dengan teknologi sensor sentuh pada area tubuh sensitif seperti wajah, dada dan area intim. Jika bagian tersebut disentuh, boneka akan mengeluarkan suara peringatan yang menegaskan bahwa area tersebut dilarang untuk disentuh oleh orang lain.

"Boneka ini saya rancang agar orang tua dan guru lebih mudah menyampaikan materi ke anak-anak tanpa rasa canggung. Edukasi seksual masih dianggap tabu, padahal pencegahan harus dimulai sedini mungkin," ungkap Amelia selaku pencipta inovasi tersebut. 

Selain sensor, boneka ini memiliki ekspresi wajah magnetik yang bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan pembelajaran.

Proses Panjang Berbasis Riset Psikologi Anak

Pengembangan boneka ini, memakan waktu hampir satu tahun melalui tahapan riset yang mendalam, mulai dari studi pustaka hingga wawancara dengan psikolog anak dan guru TK. 

Amelia memastikan, bahwa desain yang dipilih merupakan hasil kolaborasi dengan target penggunanya langsung, yakni anak-anak.

"Dari lima alternatif desain, saya libatkan anak-anak dan guru TK untuk memilih. Setiap desain punya kelebihan, lalu saya gabungkan elemen terbaiknya hingga jadi desain final," jelas Amelia. 

Dengan hadirnya inovasi ini, diharapkan kesadaran akan perlindungan diri pada anak dapat meningkat secara signifikan, sekaligus menjadi media alternatif yang efektif dalam pencegahan kekerasan seksual di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.