Alasan Panpel PSIM Yogyakarta Melarang Suporter Persebaya Datang ke Stadion Sultan Agung
January 21, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta tidak memperkenankan suporter Persebaya Surabaya datang ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul saat kedua tim bertemu pada lanjutan BRI Super League 2025/2026, Minggu (25/1/2026).

Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya dijadwalkan bakal digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) pada Minggu sore.

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi intensif panpel bersama kepolisian serta perwakilan suporter PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya.

Dari pertemuan tersebut, disepakati keputusan bahwa pendukung tim tamu tidak diperkenankan hadir dalam pertandingan itu.

Di sisi lain, manajemen PSIM Yogyakarta menegaskan bahwa hubungan baik dan silaturahmi antara suporter kedua tim selama ini tetap dijaga dengan baik.

Namun demikian, seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi yang berlaku di tengah masa transisi sepak bola nasional.

“Manajemen, Panpel, beserta pihak kepolisian menghormati dan masih menjunjung tinggi regulasi yang berlaku,” ujar Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Seno Aji, Rabu (21/1/2026).

Alasan Pelarangan

Keputusan tersebut mengacu pada Pasal 5 ayat 7 regulasi BRI Super League 2025/26 yang melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion.

Wendy menyebutkan bahwa manajemen dan Panpel PSIM dengan berat hati belum dapat mengakomodasi kehadiran pendukung Persebaya Surabaya pada laga tersebut.

“Kami mohon maaf belum bisa menjadi tuan rumah yang baik karena kapasitas Stadion Sultan Agung sangat terbatas,” ujar Wendy.

Selain persoalan kapasitas stadion, aspek sosial juga menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan tersebut.

Status PSIM Yogyakarta yang bertindak sebagai tim tamu di wilayah Bantul membuat semua pihak merasa perlu menghormati otoritas setempat.

“Selain itu, karena kami bermain di Bantul dan posisinya juga sebagai ‘tamu’, kita wajib menghormati tuan rumah, yakni Pemerintah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, serta warga sekitar stadion yang jalinan komunikasinya sampai saat ini masih berjalan dengan baik,” lanjut Wendy.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Komitmen Sekolahkan Coach Erwan ke Lisensi AFC Pro, Manajer: Tunggu Jadwal Pembukaan

Pengalaman masa lalu terkait insiden pertandingan di wilayah Bantul juga masih membekas di tengah masyarakat.

Hal ini menjadi perhatian khusus Polres Bantul dalam menjaga situasi keamanan dan kenyamanan warga sekitar Stadion Sultan Agung.

“Alasan utamanya adalah regulasi dan faktor keamanan,” tegas Wendy.

Sosialisasi

Pihak kepolisian pun meminta manajemen PSIM Yogyakarta turut aktif menyosialisasikan larangan kehadiran suporter tim tamu.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran yang berpotensi berujung sanksi.

“Polres menyampaikan kepada Panpel dan manajemen PSIM untuk ikut mengunggah imbauan agar suporter tim tamu tidak datang ke Jogja,” jelasnya.

Di sisi lain, dua kelompok suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, menunjukkan sikap dewasa menyikapi keputusan tersebut.

Keduanya sepakat menjaga situasi tetap kondusif, meski memiliki hubungan persaudaraan yang erat dengan Bonek, Green Nord, serta elemen suporter Persebaya Surabaya lainnya.

“Mereka tetap menjaga silaturahmi yang baik dengan teman-teman dari Surabaya. Di samping itu, mereka juga menghormati keputusan pertemuan tadi malam, yaitu tetap menjunjung tinggi regulasi sesuai arahan Kapolres dan hasil koordinasi bersama,” tutup Wendy. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.