Andi Muh Fikram Azhari
Kordes KKN Unhas Desa Lombo Sidrap Sulawesi Selatan/Mahasiswa Sastra Arab FIB Unhas
Melaporkan dari Sidrap, Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Posko Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, menginisiasi Seminar Agroforestry sebagai upaya mendorong peningkatan literasi pertanian, pelestarian lingkungan, sekaligus penguatan ekonomi petani berbasis desa.
Konsep agroforestry adalah sistem pertanian terpadu yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian dalam satu kesatuan lahan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan hasil produksi, menjaga kesuburan tanah, menekan risiko kerusakan lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog antara mahasiswa, petani, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lombo dalam memahami pengelolaan lahan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat.
Seminar tersebut dihadiri oleh para petani lokal dan tokoh masyarakat yang selama ini berperan penting dalam sektor pertanian Desa Lombo. Kehadiran mereka memperkaya diskusi karena materi yang disampaikan langsung dikaitkan dengan kondisi lahan, kebiasaan bertani, serta tantangan yang dihadapi petani di lapangan.
Melalui pemaparan materi yang disertai diskusi interaktif, peserta diperkenalkan pada konsep agroforestry, yakni sistem pertanian terpadu yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian dalam satu kesatuan pengelolaan lahan. Konsep ini dipaparkan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui contoh penerapan yang relevan dengan karakter wilayah pedesaan.
Dari sisi edukasi, seminar ini menjadi sarana transfer pengetahuan antara dunia akademik dan masyarakat desa. Mahasiswa KKNT Unhas berupaya menjembatani pengetahuan ilmiah dengan pengalaman empiris petani, sehingga terjadi pertukaran wawasan dua arah yang memperkaya pemahaman bersama.
Sementara dari perspektif lingkungan, agroforestry dinilai mampu menjaga kesuburan tanah, mengurangi erosi, meningkatkan daya serap air, serta menekan risiko kerusakan lingkungan akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan. Peserta diajak melihat lahan pertanian sebagai bagian dari ekosistem desa yang perlu dijaga keseimbangannya.
Tidak hanya itu, pendekatan agroforestry juga dibahas dari sisi ekonomi petani. Sistem ini dipandang mampu mendiversifikasi hasil pertanian, mengurangi ketergantungan pada satu komoditas, serta membuka peluang pendapatan jangka panjang yang lebih stabil. Dengan kombinasi tanaman kehutanan dan pertanian, petani dinilai dapat mengelola lahan sebagai aset ekonomi berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berkembang sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, peluang pasar, hingga dampak ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang.
Melalui seminar ini, masyarakat Desa Lombo diharapkan semakin memahami pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan sebagai strategi terpadu untuk menjaga produktivitas lahan, melestarikan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal, edukasi masyarakat, dan prinsip keberlanjutan. (*)