Sidik Jari Ungkap Identitas Florencia Wibisono, Korban Kedua Kecelakaan ATR 42-500
January 21, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta —Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengumumkan hasil identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Korban kedua yang berhasil diidentifikasi adalah Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari berpengalaman yang baru tiga bulan bertugas di pesawat tersebut.

Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan, jenazah Florencia teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan sidik jari.

Dalam proses identifikasi, jenazah dengan kode postmortem 62B.01 dinyatakan cocok dengan data antemortem bernomor AM004.

Mashudi menuturkan, kondisi jenazah korban relatif masih baik sehingga memungkinkan dilakukannya identifikasi melalui papillary ridges atau garis-garis menonjol pada jari tangan.

“Kondisi jenazah berjenis kelamin perempuan ini masih bagus, sehingga papillary sidik jari masih bisa terbaca,” ujar Mashudi dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 Wita.

Ia menambahkan, tim DVI langsung mengambil sidik jari korban menggunakan peralatan khusus yang dimiliki Polri.

Sidik jari tersebut kemudian dibandingkan dengan data pembanding yang tersimpan dalam basis data kepolisian. 

“Sidik jari jempol tangan kiri korban kami bandingkan dengan data yang dimiliki tim, dan hasilnya identik,” kata Mashudi.

Dengan hasil tersebut, identitas Florencia Lolita Wibisono dipastikan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Florencia diketahui merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

Di mata keluarga dan rekan kerja, Florencia yang akrab disapa Ollen bukan sosok baru di dunia penerbangan.

Ia tercatat memiliki pengalaman panjang sebagai pramugari, dengan total masa kerja mencapai sekitar 14 tahun. Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan bersama maskapai Lion Air.

“Kurang lebih 14 tahun dia di Lion Air,” ujar Ramos, salah seorang anggota keluarga Florencia.

Sekitar tiga bulan terakhir, Florencia bergabung dengan Air Indonesia Transport dan bertugas di pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan.

“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” kata Ramos.

Pengalaman panjang Florencia membuatnya tidak hanya menjalankan tugas sebagai pramugari, tetapi juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. Ia kerap terlibat dalam pembinaan dan pendampingan kru junior.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” ujar Ramos.

Identifikasi Florencia menambah daftar korban yang telah dipastikan identitasnya oleh tim DVI.

Proses identifikasi korban lainnya masih terus dilakukan dengan mengedepankan ketelitian, kehati-hatian, serta metode ilmiah agar setiap korban dapat dipulangkan kepada keluarga dengan kepastian identitas yang jelas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.