TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar di Ruang Rapat Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No. 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel, Selasa (20/1/2026).
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye tampak mengenakan pakaian dinas khaki saat menerima rombongan HMI Cabang Takalar.
Ia didampingi Kepala Bagian Forkopimda Setda Takalar, Amran Torada, yang juga mengenakan pakaian dinas khaki.
Rombongan HMI Cabang Takalar dipimpin langsung oleh Formatur Ketua Umum HMI Cabang Takalar, Aditya, bersama sejumlah pengurus dan kader.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya HMI dalam membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Takalar menyampaikan pandangannya terkait arah pembangunan daerah ke depan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pemuda dan mahasiswa.
Daeng Manye menekankan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan sosial, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan pembangunan.
Ia juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan membuka ruang partisipasi generasi muda dalam berbagai sektor.
Terkait kepemudaan, Bupati Takalar menegaskan pentingnya pembinaan karakter, peningkatan kapasitas intelektual, serta keterlibatan aktif pemuda dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah.
Selain itu, Daeng Manye juga menyinggung wacana pengembangan kawasan industri di Takalar sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pengembangan kawasan industri di Takalar diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberi ruang kontribusi bagi generasi muda yang memiliki kompetensi dan inovasi.
Bupati Takalar berharap mahasiswa, khususnya HMI, dapat berperan aktif memberikan gagasan, kritik konstruktif, dan solusi dalam mendukung arah pembangunan tersebut.
Formatur Ketua Umum HMI Cabang Takalar, Aditya, menyampaikan, audiensi ini merupakan ikhtiar organisasi dalam membangun hubungan yang komunikatif dan saling menghargai dengan pemerintah daerah.
“Audiensi ini adalah bagian dari upaya kami membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif antara HMI dan Pemerintah Kabupaten Takalar,” ujar Aditya.
Ia menegaskan bahwa momentum pelantikan kepengurusan HMI tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata.
“Pelantikan bukan sekadar seremoni struktural, tetapi awal dari tanggung jawab moral dan intelektual kader HMI untuk mengambil peran strategis dalam dinamika pembangunan daerah,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, HMI juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan moral serta membuka ruang dialog yang lebih luas terhadap peran organisasi kemahasiswaan.
Aditya menyebut HMI siap menjadi mitra kritis pemerintah sepanjang kebijakan yang dijalankan berpihak pada kepentingan rakyat, keadilan sosial, dan prinsip demokrasi.
“HMI tetap berdiri secara independen, namun kami siap bersinergi selama kebijakan pemerintah berpihak pada rakyat dan keadilan sosial,” katanya.
Selain menyampaikan aspirasi, audiensi ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kepengurusan HMI Cabang Takalar periode 2026–2027 yang akan segera dilantik.
Pelantikan kepengurusan HMI Cabang Takalar dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026.
Pelantikan tersebut rencananya akan digelar di Ruang Pola I Mannindori, Kantor Bupati Takalar, dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara HMI dan Pemerintah Kabupaten Takalar demi mendorong kemajuan daerah serta peningkatan kualitas generasi muda Takalar. (*)