Cuaca Ekstrem Terjang Sumbawa Barat, Puluhan Rumah Warga Rusak
January 21, 2026 05:04 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat melanda Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (20/1/2026).

Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas usaha mengalami kerusakan ringan di beberapa kecamatan.

Berdasarkan Update II Laporan Kejadian Bencana Alam Kabupaten Sumbawa Barat yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, pada Rabu (21/1/2026) pukul 15.00 WITA, cuaca ekstrem terjadi sejak pukul 13.45 hingga 19.30 WITA dan berdampak pada tiga kecamatan, yakni Brang Ene, Taliwang, dan Maluk.

Dalam laporan disebutkan, angin kencang disertai hujan dan petir terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 13.45 sampai dengan 19.30 WITA.

Sebaran Wilayah Terdampak

Di Kecamatan Brang Ene, angin kencang mengakibatkan empat unit rumah warga di Dusun Buin Selamu, Desa Manemeng, mengalami rusak ringan.

Sementara itu, satu rumah warga atas nama Asniwati di Dusun Tegaran, Desa Mura, juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan terbanyak terjadi di Kecamatan Taliwang. Di Desa Labuhan Lalar, masing-masing satu rumah warga rusak ringan di Dusun Bangsal, Bren Ari, Muhairin, dan Toroh.

Baca juga: Banjir dan Longsor Rendam Sejumlah Desa di Sumbawa Barat

Selain rumah warga, empat unit warung atau lapak di Kelurahan Telaga Bertong juga dilaporkan terdampak. Dua rumah warga lainnya di kelurahan tersebut mengalami kerusakan ringan.

Di Desa Banjar dan Desa Lamunga, masing-masing satu unit rumah warga turut terdampak.

Sementara di Kecamatan Maluk, dua rumah warga di Dusun Otak Kris, Desa Maluk, serta empat rumah warga di Desa Mantun dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang.

Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Taliwang–Seloto, Jalan Raya Balisung Kelurahan Menala, Desa Labuhan Lalar, TK Pariri Kompleks KTC, Tamekan, serta di Jalan Raya Tepas, Kecamatan Brang Rea. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas dan akses jalan warga.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat langsung melakukan langkah penanganan.

BPBD juga berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa, serta menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, terpal, dan timar kepada warga terdampak. Personel gabungan dari TRC-PB BPBD, TNI/Polri, serta aparatur desa dan kelurahan turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.

BPBD Kabupaten Sumbawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Januari 2026, masyarakat diharapkan mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Langkah Pemprov NTB

PENANGANAN BENCANA - Pemprov NTB mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi dengan mengoptimalkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai arahan Gubernur NTB.
PENANGANAN BENCANA - Pemprov NTB mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi dengan mengoptimalkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai arahan Gubernur NTB. (Biro Adpim NTB)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menetapkan status tanggap bencana, setelah delapan kabupaten/kota menetapkan status yang sama dalam penanganan bencana hidrometeorologi. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin mengatakan, status tanggap darurat ini dimulai tanggal 19 Januari 2026 lalu. Sementara untuk dua daerah yakni Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram menetapkan status siaga bencana. 

Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026, pemerintah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar. Namun pemerintah belum mengetahui kebutuhan anggaran untuk pemulihan bencana ini. 

"Masih dihitung, kalau Rp16 miliar itu yang tersedia. Kita irit-irit karena harus bisa sampai akhir tahun," kata Sadimin, Rabu (21/1/2026). 

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini mengatakan, dengan ditetapkan status tanggap darurat ini dana BTT sudah bisa digunakan untuk memulihkan daerah terdampak. 

Sadimin mengatakan dengan anggaran yang tersedia sekarang belum mampu mengcover kebutuhan pasca bencana, sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam menangani bencana ini. 

Bencana yang terjadi pada awal Januari ini mengakibatkan sebanyak 9.349 jiwa terdampak, serta sejumlah infrastruktur seperti jalan, jembatan, fasilitas kesehatan dan pendidikan. 

"Kita tangani mana yang prioritas dulu, ini masih kita hitung kebutuhannya," kata Sadimin. 

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) yang juga Juru bicara Gubernur, Ahsanul Khaliq mengatakan, untuk kebutuhan logistik penanganan bencana ditangani oleh Dinas Sosial dan BPBD. 

Aka sapaan akrabnya mengatakan, Gubernur juga sudah memohon bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak. 

"Kita juga berharap untuk logistik ada bantuan dari BUMN, BUMD ini juga sedang dikumpulkan," kata Aka. 

Aka mengatakan, penanganan bencana bukan hanya untuk infrastruktur, tetapi juga membantu memperbaiki rumah warga terdampak dan termasuk kategori masyarakat miskin. 

"Gubernur prioritaskan rumah masyarakat miskin," kata Aka. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.