TRIBNUNKALTIM.CO, TENGGARONG — Perjalanan kuliner di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tak pernah benar-benar lengkap tanpa singgah ke Loa Tebu.
Di sepanjang tepian Sungai Mahakam yang mengalir tenang, aroma rempah-rempah kerap menjadi penunjuk arah.
Aroma ini mengantar siapa pun pada jejak rasa martabak kareh yang melegenda.
Di Jalan Matlimak, sebuah bangunan kayu berdiri sederhana.
Baca juga: Kelezatan Martabak Kareh Malabar H Abdullah, Cita Rasa India di Tepi Sungai Mahakam Kukar
Dari dapur kecil itulah wangi ketumbar, jintan, bunga pekak, kapulaga, kayu manis, hingga pala menyeruak, menyatu dengan angin sungai dan denyut pagi warga.
Di balik wajan, tangan-tangan berpengalaman bekerja cekatan menyobek martabak, membagi adonan, dan menjaga rasa dengan ketelitian yang lahir dari puluhan tahun.
Martabak kareh di sini tak sekadar kudapan.
Martabak kareh disajikan bersama acar timun dan cabai, menghadirkan perpaduan gurih-rempah yang hangat, disempurnakan kesegaran asam-pedas.
Baca juga: Berburu Kuliner Martabak Telur Enak di Balikpapan? Ini 10 Tempat dengan Rating Tertinggi
Sambil menyantapnya, mata dimanjakan panorama Sungai Mahakam.
Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang membuat sarapan terasa seperti ritual.
Salah satu yang paling dikenal adalah Martabak Kareh Malabar Haji Abdullah, usaha keluarga yang kini diteruskan Muhidin (53), generasi ketiga penjaga resep.
“Awalnya dari bapak kami, turun-temurun dari kakek. Ada darah India–Pakistan. Resepnya autentik dari India,” tuturnya saat ditemui TribunKaltim.co, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Resep Martabak Telur Kornet Mini, Menu Takjil yang Enak dan Renyah
Telah berjualan sekitar 40 tahun, Malabar Haji Abdullah menjadi perintis martabak kareh di Loa Tebu.
Dulu, warung ini bahkan kerap disambangi pejabat.
“Dulu Bupati Kukar sering ke sini. Ada juga walikota dari daerah lain yang sengaja datang,” kenang Muhidin.
Warung buka setiap hari pukul 07.00 WITA dan kerap habis sebelum pukul 08.00.
Pada masa ramai, penjualan bisa menembus 50–200 porsi per hari.
Meski kini penjual bertambah, rasa dan tradisi tetap dijaga.
“Ini bukan sekadar dagangan, tapi warisan keluarga,” ujarnya.
4 Martabak Kareh Legendaris yang Wajib Disinggahi
Berikut rekomendasi martabak kareh untuk Anda yang ingin menelusuri rasa klasik Tenggarong:
Catatan penting: seluruh transaksi hanya menerima uang tunai. (*)