Walhi Jambi Soroti Tragedi Longsor PETI Sarolangun, Dinilai Akibat Pembiaran Tambang Ilegal
January 21, 2026 06:04 PM

 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi menyoroti tragedi longsor di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, yang menewaskan delapan orang pekerja pada Selasa (20/1/2026).

Peristiwa longsor di lokasi PETI terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi,

Tebing tanah galian yang labil akibat curah hujan tinggi runtuh dan menimbun para pekerja yang sedang beraktivitas. Insiden ini menewaskan 8 orang dan melukai 4 orang lainnya.

 Walhi menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan kerja, melainkan tragedi kemanusiaan akibat pembiaran praktik tambang ilegal yang telah berlangsung lama tanpa pengawasan memadai.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jambi, Oscar Anugrah, mengatakan aktivitas pertambangan ilegal yang terus dibiarkan pada akhirnya hanya menunggu waktu untuk memakan korban jiwa.

“Ketika aktivitas pertambangan ilegal dibiarkan terus berlangsung, maka potensi korban jiwa hanyalah soal waktu. Tragedi ini menunjukkan kegagalan negara dalam mencegah praktik berbahaya yang telah lama diketahui publik,” ujar Oscar dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Menurut Walhi Jambi, longsor di lokasi PETI merupakan risiko yang melekat sejak awal karena aktivitas tersebut dilakukan tanpa standar keselamatan kerja, tanpa kajian lingkungan, serta berada di luar sistem pengawasan negara.

Selain menelan korban jiwa, aktivitas PETI di Provinsi Jambi selama bertahun-tahun juga dinilai telah berkontribusi terhadap kerusakan hutan dan lahan, pencemaran sungai, serta meningkatkan kerentanan bencana ekologis seperti banjir dan longsor.

Walhi Jambi menilai penanganan PETI selama ini masih bersifat sporadis dan belum menyentuh akar persoalan.

Penertiban yang dilakukan kerap hanya menyasar pekerja di lapangan tanpa menindak aktor-aktor kunci yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

Atas peristiwa ini, Walhi Jambi mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan terhadap aktivitas PETI di lokasi kejadian, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab secara struktural.

Selain itu, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi diminta menghentikan pembiaran praktik PETI, memperkuat pengawasan, melakukan pemulihan ekosistem, serta menghadirkan alternatif mata pencaharian yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

“Pendekatan yang hanya menyasar pekerja tambang tidak akan menyelesaikan persoalan PETI. Tanpa pembenahan tata kelola sumber daya alam dan penegakan hukum yang serius, tragedi seperti ini akan terus berulang,” tegas Oscar.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan berdasarkan data sementara terdapat 12 orang pekerja di lokasi kejadian, dengan rincian delapan orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa longsor tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat kondisi hujan deras. Meski cuaca buruk, para pekerja tetap melakukan aktivitas pertambangan.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan pergerakan tanah hingga memicu longsor dan menimbun para pekerja.

“Dari informasi yang kami terima, saat itu hujan deras sehingga terjadi pergerakan tanah yang menimbun para pekerja di lokasi,” ujar Erlan, Rabu (21/1/2026).

Korban meninggal dunia diketahui berinisial K, T, SL, AA, O, SR, K, serta satu orang lainnya yang identitasnya masih dalam pendataan. Sementara empat korban luka-luka masing-masing berinisial IM, S, IS, dan L.

Erlan menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan evakuasi seluruh korban serta olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyelidikan sementara, lahan tambang tersebut diketahui milik seseorang berinisial ID yang merupakan warga setempat. 

Terkait perizinan aktivitas pertambangan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

(Tribunjambi.com/Rifani Halim)
 
 
 

 

 

Baca juga: Fakta PETI di Sarolangun 17.362 Hektare, Sehari 8 Orang Tewas di Dusun Mengkadai

Baca juga: Update Tragedi Tebing PETI di Sarolangun Jambi Longsor: 8 Tewas, 4 Terluka

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.