Pertamina Pastikan Penyaluran LPG 3 Kg di Bangka Belitung Berangsur Normal Usai Cuaca Buruk
January 21, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan penyaluran gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka, mulai berangsur normal setelah sempat terganggu akibat cuaca buruk dan gelombang laut tinggi.

Gangguan distribusi terjadi dalam beberapa hari terakhir menyusul adanya kewaspadaan pelayaran yang diumumkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkal Balam. Kondisi tersebut berdampak pada pengiriman LPG dari luar daerah menuju Bangka Belitung.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan, pihaknya melakukan penyesuaian distribusi secara situasional demi menjaga keselamatan pelayaran sekaligus memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat.

"Kami melakukan pemantauan harian terhadap pasokan LPG dan memastikan distribusi di wilayah Bangka tetap berjalan. Penyesuaian distribusi dilakukan secara situasional menyusul kondisi gelombang laut tinggi," ujar Rusminto kepada Bangkapos.com, Rabu (21/1/2026).

Seiring membaiknya kondisi perairan, aktivitas pelayaran kini telah kembali normal. Kapal pengangkut LPG yang membawa skid tank dilaporkan telah berhasil sandar dan melakukan proses bongkar muat sejak 17 Januari 2026.

Selanjutnya, LPG tersebut disalurkan ke fasilitas Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk proses lanjutan sebelum didistribusikan secara bertahap ke agen dan pangkalan resmi di wilayah Bangka.

Baca juga: Wali Kota Pangkalpinang: Kelangkaan LPG 3 Kg Dipicu Hambatan Transportasi Laut

"Proses penyaluran saat ini terus berjalan dan kami monitor secara berkala untuk memastikan pasokan sampai ke masyarakat," jelas Rusminto.

Untuk menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram, Pertamina telah menyiapkan rencana penyaluran tambahan pada 20 Januari 2026 dengan total distribusi puluhan ribu tabung yang disalurkan melalui pangkalan resmi.

Rinciannya, Kabupaten Bangka Barat mendapat alokasi 6.720 tabung, Kabupaten Bangka 13.440 tabung, Kabupaten Bangka Selatan 8.400 tabung, Kabupaten Bangka Tengah 8.400 tabung, dan Kota Pangkalpinang sebanyak 11.200 tabung.

Pertamina menegaskan, penyaluran dilakukan melalui pangkalan resmi guna memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan merata dan tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah.

Di tengah situasi yang sempat memicu kelangkaan di tingkat masyarakat, Pertamina mengimbau warga untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

"Stok LPG 3 kilogram tersedia dan penyaluran terus dimonitor setiap hari. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan," tegas Rusminto.

Pertamina juga meminta masyarakat membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Informasi lokasi pangkalan resmi dapat diakses melalui laman resmi Pertamina.

Bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi, Pertamina mendorong penggunaan LPG nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang tersedia di agen dan outlet resmi.

Selain itu, Pertamina mengajak masyarakat menggunakan LPG subsidi secara bijak dan sesuai peruntukan. Jika menemukan indikasi penyelewengan atau penyimpangan distribusi, masyarakat diminta melapor melalui aparat penegak hukum atau Pertamina Contact Center 135.

Dengan membaiknya kondisi cuaca dan normalisasi pelayaran, Pertamina optimistis distribusi LPG 3 kilogram di Bangka Belitung akan kembali stabil dalam waktu dekat. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.