Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma menjadi dilema serius bagi ratusan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi belasan tahun.
Kebijakan Pemkab Seluma membuka kuota CPNS hingga 900 orang yang disebut sebagai kuota terbesar se-Indonesia.
Hal itu dinilai berdampak langsung pada tidak diperpanjangnya kontrak sejumlah tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Seluma, Teddy Rahman mengakui kebijakan tersebut menimbulkan persoalan baru, terutama bagi honorer yang telah lama bekerja namun belum memiliki kejelasan status kepegawaian.
Menurut Teddy, rekrutmen CPNS tahun 2024 ini terkesan dipaksakan karena tidak sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan anggaran keuangan daerah.
Besarnya kuota CPNS tidak sebanding dengan manfaat yang diterima daerah.
Bahkan, kebijakan tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Seluma.
Baca juga: Terbentur Aturan, Pemkab Seluma Putuskan Kontrak 1.300 Honorer, Tidak Ada Lagi Perpanjangan
Dari total sekitar 900 CPNS yang direkrut, hanya sekitar 130 orang yang merupakan putra-putri asli Seluma.
Sisanya berasal dari luar daerah, sehingga dampak ekonomi dan sosial yang diharapkan tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat setempat.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan honorer. Pasalnya, banyak dari mereka telah bekerja selama 10 hingga 15 tahun, namun kini terancam kehilangan pekerjaan akibat keterbatasan anggaran keuangan daerah.
Bupati Teddy Rahman bersama Wakil Bupati Gustianto menyatakan masih terus mencari solusi terbaik agar honorer tidak sepenuhnya terdampak oleh kebijakan tersebut.
“Kami memahami kegelisahan para honorer. Ini bukan persoalan mudah, karena menyangkut aturan dan kemampuan keuangan daerah. Tapi kami tetap berupaya mencari jalan keluarnya,” jelas Teddy.
Sebagai alternatif, Pemkab Seluma tetap membuka rekrutmen tenaga honorer, namun dibatasi hanya pada tiga kategori yakni cleaning service, sopir, dan penjaga malam.
Dari tiga kategori tersebut, akan diprioritaskan honorer lama yang telah mengabdi bertahun-tahun.
"Dengan kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi, sembari menunggu kejelasan regulasi dan kemampuan anggaran daerah," tutup Teddy Rahman.