BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Indonesia  hingga Akhir Januari 2026
January 22, 2026 04:47 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, menjelang akhir Januari 2026. 

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang membentang dari Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

 

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Tempat Wisata Gua Rangko hingga Cunca Wulang di Labuan Bajo Ditutup Sementara

 

 

Gangguan Atmosfer

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang signifikan di wilayah selatan Indonesia.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Dengan kesiapsiagaan yang baik dan pemantauan informasi resmi secara berkala, kita dapat meminimalisir risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Faisal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1).

Senada dengan hal tersebut, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, memaparkan bahwa terdapat beberapa faktor teknis utama yang memengaruhi cuaca sepekan ke depan:

Bibit Siklon Tropis 97S: Terpantau di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam). Sistem ini memicu pertemuan dan belokan angin di sepanjang pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara.

 

Baca juga: KSOP Labuan Bajo Kembali Tutup Pelayanan SPB di Pelabuhan Marina Labuan Bajo Manggarai Barat 

 

Monsun Asia & Seruakan Dingin: Penguatan Monsun Asia yang disertai seruakan dingin (cold surge) dari daratan Asia meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan dan memicu pertumbuhan awan hujan masif di selatan khatulistiwa.

Gelombang Atmosfer Aktif: Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Equator, dan Kelvin memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca buruk secara lokal.

Prakiraan Wilayah Terdampak (21 - 26 Januari 2026)

BMKG merilis jadwal potensi cuaca ekstrem di sejumlah provinsi sebagai berikut:

21 Januari: Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

22 Januari: Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

23 Januari: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.

24 Januari: Fokus di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

25-26 Januari: Peningkatan curah hujan terkonsentrasi di Bali, NTB, dan NTT.

Imbauan Keselamatan

Mengingat sifat cuaca yang dinamis, BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk sigap merespons perubahan cuaca yang berlangsung cepat. 

Sektor transportasi baik darat, laut, maupun udara diharapkan berhati-hati dalam merencanakan operasional perjalanan.

Masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi: www.bmkg.go.id dan media sosial: @infobmkg.

Sumber: bmkg.go.id/KAN

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.