Layanan Psikolog Diperpanjang Satu Tahun Kedepan di Empat Puskesmas Kota Palu
January 22, 2026 05:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan Kota Palu, Pemkot resmi memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) layanan psikolog klinis di puskesmas selama satu tahun ke depan bersama Bincang Psikologi.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi kinerja layanan psikolog yang dipaparkan dalam pertemuan pada Kamis (15/1/2026).

Paparan disampaikan langsung oleh Tim Psikolog Bincang Psikologi yang dipimpin Reza Malik Akbar, Psikolog, selaku Ketua Tim Psikolog Puskesmas Kota Palu, di hadapan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kota Palu drg. Akmal dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Rahmat.

Evaluasi tersebut menjadi dasar kuat bagi Pemkot Palu untuk melanjutkan kerja sama.

Sekaligus menegaskan bahwa layanan kesehatan mental kini menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan primer.

Baca juga: Suami dari PMI Nonprosedural Oman Angkat Bicara, Sebut Istrinya Dipaksa Kerja Dalam Kondisi Sakit

Empat Puskesmas Jadi Lokasi Layanan

Program layanan psikolog klinis ini berjalan di empat puskesmas di Kota Palu, yakni:

Puskesmas Singgani
Puskesmas Birobuli
Puskesmas Tawaeli
Puskesmas Lere

Keempat wilayah tersebut dinilai memiliki kebutuhan layanan kesehatan mental yang cukup tinggi, mulai dari persoalan keluarga, tekanan ekonomi, hingga gangguan kecemasan dan depresi.

Baca juga: Wali Kota Palu Tegur ASN Terlambat Saat Penyerahan SK PPPK, Diminta Maju ke Depan Barisan

350 Pasien, Lebih dari 500 Warga Terjangkau

Dalam paparannya, Reza Malik Akbar menyebutkan bahwa selama periode Oktober hingga Desember 2025, pihaknya telah melayani sekitar 350 pasien secara langsung di puskesmas.

“Jumlah itu belum termasuk kegiatan edukasi dan pendampingan di lapangan. Jika digabungkan, total masyarakat yang kami jangkau bisa lebih dari 500 orang,” jelas Reza.

Ia menambahkan, tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa layanan kesehatan mental sangat dibutuhkan masyarakat, namun selama ini belum terfasilitasi secara optimal.

Kebijakan ini dinilai penting karena berdampak langsung pada pencegahan masalah sosial yang lebih luas, seperti kekerasan dalam rumah tangga, gangguan psikologis remaja, hingga penurunan produktivitas masyarakat.

Baca juga: Ungkap Kronologi, Polisi Duga Penyebab Kebakaran Rumah di Mendono Banggai karena Korsleting

Empat Psikolog Aktif di Lapangan

Keberhasilan layanan ini juga didukung oleh empat psikolog klinis yang aktif bertugas di puskesmas, yakni:

Ade Sintya – Puskesmas Singgani
Eka Hertisyahrani– Puskesmas Lere
Faradila Faruk– Puskesmas Tawaeli
Wiwin Theofany Sekeon– Puskesmas Birobuli

Selain memberikan layanan konseling, para psikolog juga terlibat dalam deteksi dini gangguan mental, pendampingan kasus, hingga edukasi kesehatan mental kepada masyarakat.

Model kolaboratif ini dinilai efektif karena mendekatkan layanan profesional kepada warga sekaligus menekan stigma terhadap layanan psikologi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.