Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK GEDE- Banjir merendam Perumahan Jatibening Permai, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Kamis (22/1/2026).
Seorang warga Jatibening Permai, Bintang, mengatakan ketinggian air mencapai lebih kurang 110–120 sentimeter dan berada di sejumlah titik.
Banjir mulai terjadi sejak sekira pukul 10.00 WIB, persisnya usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut mulai pagi hari tadi.
“Iya, banjir dari tadi sekitar jam 10 pagi. Hujan memang dari pagi, sempat berhenti beberapa kali tapi turun deras lagi. Akhirnya air dari kali tumpah ke jalan,” kata Bintang di lokasi, Selasa (22/1/2026).
Bintang menjelaskan, ketinggian air banjir yang bervariasi itu berdasarkan lokasi.
Semakin ke dalam kompleks, genangan semakin tinggi karena kontur jalan yang menurun.
“Kalau di jalan depan hampir selutut orang dewasa, tapi masuk ke dalam kompleks bisa sampai 110 sampai 120 sentimeter,” jelasnya.
Baca juga: Sejumlah Kendaraan Mogok saat Banjir 60 Sentimeter Genangi Jalan Bintara Raya Bekasi Barat
Bintang menuturkan, banjir di tempatnya tinggal itu bukan kali pertama terjadi.
Bahkan, perumahan tersebut sudah menjadi langganan banjir sejak tahun 2005.
“Sebagian warga sudah berdamai dengan keadaan. Ada yang ninggiin rumah, ada juga yang cor jalan sendiri, tapi ternyata enggak cukup membantu,” tuturnya.
Bintang menegaskan, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi serta kondisi saluran air yang tidak optimal.
Menurutnya, banyak saluran air yang mampet akibat endapan lumpur, sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
“Hujan 30 sampai 45 menit saja air sudah langsung naik. Saluran air banyak yang mampet karena lumpur,” tegasnya.
Selain itu, Bintang menyampaikan debit air kali yang meningkat juga memperparah kondisi.
Meski posisi perumahan disebut lebih tinggi dari aliran kali, volume air yang besar membuat air meluap ke jalan.
“Kami sebenarnya sudah ada pompa, bahkan ada bantuan dari Balai Besar. Tapi volume airnya terlalu tinggi, penampungan juga sudah penuh, jadi pompa enggak terlalu ngaruh,” ucapnya.
Bintang memaparkan, banjir yang terjadi disebut sebagai banjir kiriman dari wilayah hulu.
Jatibening Permai berada di bagian hilir dari sejumlah perumahan lain, sehingga air mengalir dan terkumpul di kawasan tersebut.
Akibat banjir tersebut, aktivitas warga pun terganggu.
Terdapat beberapa warga yang terpaksa menitipkan kendaraan di luar kompleks dan tidak bisa berangkat kerja.
“Karena kejadiannya weekday, banyak warga yang akhirnya enggak masuk kerja, ambil cuti. Mobil dan motor banyak yang dititipkan di luar,” paparny.
Bintang mengungkapkan, tercatat sekira 350 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Perumahan Jatibening Permai.
Ke depan, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menangani persoalan banjir yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut.
“Kami berharap Pemkot Bekasi dan pihak terkait, termasuk yang mengelola saluran air dan Jasa Marga, bisa bantu. Mungkin pelebaran saluran air atau kerja bakti bersihin endapan lumpur dan sampah,” pungkasnya. (M37)