Isak Tangis Iringi Pemakaman Pasutri Korban Tabrakan Kereta Api Tebingtinggi, Dikenal Sosok Dermawan
January 22, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MARELAN - Duka mendalam bagi Majelis tal'lim Darusshofa Medan, kehilangan seorang rekan yang telah meninggal dunia akibat tabrakan dengan kereta api.

Amatan Tribun Medan, terlihat puluhan orang berpakaian jubah putih dan berpeci berbondong bondong mendatangi kediaman rumah korban.

Dimana, Mereka datang untuk berdukacita dengan rekannya bernama Abdul Kadir Al Jaelani (42) yang telah mendahului.

Setelah bertakziah, mereka pun mengantarkan jenazah sepasang suami istri di tempat pemakaman umum untuk dikebumikan yang tak jauh dari kediamannya.

Namun, rekannya yang melihat sosok Kadir yang rendah hati ini, berbondong bondong mengangkat jenazah sepasang suami istri ini keliang lahat.

Tak hanya itu, terlihat seorang anak yang berada di liang lahat, dimana anak tersebut anak angkat dari pasangan suami-istri.

Tak berselang lama, kedua jenazah itu pun dimasukkan ke liang lahat, sementara anak angkat korban mengumandangkan adzan. Setelah selesai proses pemakaman, dilanjutkan dengan doa.

Saat ditemui Wartawan Tribun Medan dilokasi, Wahyu Ramadhan, merupakan anggota Majelis tal'lim Darusshofa Medan mengungkap mendapat informasi bahwa korban mengalami kecelakaan tertabrak kereta api, pihaknya langsung mendatangi korban di rumah sakit Bhayangkara Tebingtinggi.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan jika Kadir sempat mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. 

Wahyu menjelaskan saat dilokasi kejadian, pihak keluarga telah mengabarkan korban mengalami kecelakaan, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Saat ditemukan, Qadir adalah satu-satunya korban yang masih hidup meski dalam keadaan kritis.

"Dan beliau satu-satunya korban yang masih hidup lah, masih dibilang kritis. Sekitar pukul 23.00 WIB, beliau meninggal," ujar Wahyu Ramadhan, Rekan-rekan Majelis tal'lim Darusshofa Medan, Kamis  (22/1/2026).

Total korban dalam musibah tersebut berjumlah sembilan orang, terdiri dari dua laki-laki, dua anak kecil, dan sisanya perempuan. 

Sementara itu, Jenazah Kadir dan istrinya bernama Sri Devi, tiba di rumah duka di Jalan Marelan I, Pasar VII, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, diantar oleh rekan-rekan dari majelis taklim.

Mengenai kondisi fisik, Wahyu menyebut jenazah Abdul Qadir masih dalam keadaan utuh. 

"Tubuhnya korban ini tidak hancur, masih mulus.  kemungkinan ada benturan-benturan yang membuat beliau meninggal dunia," lanjutnya.

Terkait penyebab kecelakaan, beredar keterangan dari warga bahwa pengemudi sempat diberi kode atau peringatan.

"Beliau sudah sempat dikasih kode juga sama beberapa warga, beliau lalai ataupun tidak melihat dan beliau juga tidak menyadari bahwa ada kereta api akan melewati," tuturnya. 

Namun, ia pun menyangkal isu bahwa korban saat  mengemudi mobil Avanza itu nekat menerobos. 

"Kalau ada yang bilang beliau main handphone saat mengemudi, saya pun kurang paham juga di situ," ungkapnya.

Menurutnya, korban dikenali di komunitas sebagai sosok yang rendah hati dan baik hati. Di Majelis Taklim Darusshofa Medan, ia bertugas sebagai tim khidmat yang mengamankan sandal jamaah dan tamu ulama.

"Beliau hikmahnya kuat, orang yang baik, tidak menyebabkan sakit hati, sering menyejukkan orang. Tidak pernah memandang rendah orang," jelasnya.

Sementara itu, pandangan dari rekan sesama majelis taklim Darusshofa Medan, korban diketahui memiliki usaha di bidang impor-ekspor kerang dan seafood. 

Sedangkan Istrinya, Sri Devi berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan terkadang mengajar anak TK. Kadir dikenal sebagai pribadi yang dermawan. 

"Di saat lebih susah pun beliau sering sedekah. Kebanyakan orang lagi ada baru bersedekah, tapi beliau enggak, beliau enggak ada pun bersedekah," pungkasnya.

(Cr9/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.