TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara (Sumut), Nur Ferry Pradana, kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang ASEAN Para Games XIII 2026 yang berlangsung di Thailand.
Sprinter andalan Sumut itu sukses mempersembahkan medali emas dari nomor lari 200 meter putra kelas T747.
Pada partai final yang digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Rabu malam, Nur Ferry tampil impresif meski tengah dibekap cedera. Ia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 22,76 detik, sekaligus memastikan posisi teratas di nomor tersebut.
Nur Ferry berhasil mengungguli sprinter asal Filipina, Dino Arman, yang finis di posisi kedua dengan waktu 23,63 detik dan berhak atas medali perak. Sementara itu, medali perunggu diraih atlet tuan rumah Boonruksa Supanit setelah mencatatkan waktu 23,79 detik.
Ketua NPCI Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting, mengungkapkan bahwa keberhasilan Nur Ferry meraih emas menjadi capaian luar biasa, mengingat kondisi sang atlet yang belum sepenuhnya pulih dari cedera.
“Untuk Nur Ferry sebenarnya saya cukup was-was karena dia masih mengalami cedera. Hampir dua bulan dia cedera dan sampai di sini pun masih terus mendapatkan perawatan,” ujar Alan.
Menurutnya, motivasi dan semangat juang Nur Ferry menjadi faktor utama yang membuatnya mampu melampaui atlet-atlet dari negara lain, meskipun secara kondisi fisik belum berada di level terbaik.
“Mungkin dari motivasi dan semangat dirinya sendiri yang membuat dia bisa melampaui atlet dari negara lain. Walaupun tidak dalam kondisi ideal, dia berusaha semaksimal mungkin,” katanya.
Alan juga menegaskan bahwa tim pelatih tidak memberikan tekanan berlebihan kepada Nur Ferry terkait target waktu maupun perolehan medali.
“Saya juga menekankan ke dia untuk tidak terbebani. Saya hanya minta dia melakukan yang terbaik,” ungkapnya.
Diketahui, Nur Ferry mengalami cedera pada bagian lutut. Oleh karena itu, Alan meminta sang atlet tetap berhati-hati dan menjaga kondisinya selama menjalani sisa pertandingan di Thailand agar cedera tidak semakin parah.
“Saya sampaikan ke dia, selesaikan dulu tugas di Thailand ini sambil tetap menjaga kondisi supaya tidak menjadi lebih fatal,” jelas Alan.
Lebih lanjut, Alan juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk pemulihan Nur Ferry setelah ASEAN Para Games XIII 2026. Fokus utama setelah kembali ke Tanah Air adalah proses penyembuhan cedera.
“Kita memikirkan jangka panjang atlet. Tidak bisa dipaksakan. Walaupun dia masih bisa berlari dan berprestasi, kita tetap harus melihat kondisi dan situasi atlet. Setelah kembali ke Medan nanti, kita akan lebih fokus ke penyembuhan,” tegasnya.
Untuk dua nomor tersisa yang masih akan diikuti Nur Ferry, yakni 100 meter yang akan digelar sore hari ini dan 400 meter besok sore, Alan memastikan tidak akan memberikan beban berat kepada Nur. Sehingga Nur bisa tampil lepas dengan kondisi fisiknya yang kurang optimal.
“Saya tetap meminta dia fokus di dua nomor sisa ini, dengan menyesuaikan kondisi. Yang penting dia bisa menyelesaikan sampai di sini saja dan tidak terbebani dengan target waktu maupun medali,” pungkas Alan.
(Cr29/tribun-medan.com)