Daftar Usaha Sherli Pontoh Pengusaha Asal Bolmong Sulut yang Membuatnya Menjadi Kaya Raya Sekarang
January 22, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Berikut ini adalah daftar usaha yang dijalankan Sherli Pontoh.

Sherli Pontoh adalah pengusaha asal Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) yang kini menuai sorotan setelah membagikan aktivitasnya selama menjalankan ibadah umrah.

Umrah adalah ibadah dalam agama Islam yang sering dikenal sebagai haji kecil.

Sherli Pontoh merupakan pengusaha yang berkali-kali jadi perbincangan publik.

Dulu ia disorot karena mengusir ibu mertuanya.

Lalu ia viral karena membongkar rumahnya sendiri.

Sekarang Sherli Pontoh disorot lagi  karena sejumlah unggahannya di akun Facebook pribadinya bernama Sherli Pontoh.

Sebagian warganet Sulut menilai Sherli terlalu menonjolkan aktivitas jastip (jasa titip), dan siaran langsung sehingga dianggap tidak mencerminkan kekhusyukan ibadah.

Dalam beberapa postingan yang beredar, Sherli menawarkan jasa titip berbagai produk dari Arab Saudi dengan sistem pembayaran di muka tanpa dana talangan.

Unggahan tersebut memicu komentar beragam dari netizen.

Sebagian warganet menilai aktivitas tersebut sebagai bentuk riya, riba bahkan ada yang menyebut dirinya sebagai orang kaya baru. Sementara warganet lainnya menilai hal itu sebagai aktivitas bisnis yang sah selama tidak melanggar aturan.

Tak terima dengan berbagai tudingan, Sherli Pontoh sempat meluapkan emosinya melalui siaran langsung di media sosial.

"Kiapa kalau kita orang kaya baru?. Orang kaya baru itu wajar, yang tidak wajar orang susah sudah susah tapi melihat orang dengan sakit hati," ucapnya dalam siaran langsung di Facebooknya.

Dalam unggahannya yang lain, Sherli Pontoh juga menegaskan bahwa dirinya tidak peduli dengan rekaman layar maupun penyebaran identitas pribadinya.

Ia juga menyinggung kondisi pribadi dan keluarganya, termasuk persoalan rumah tangga dan tekanan yang ia alami, sembari menyebut bahwa dirinya tetap melanjutkan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Unggahannya yang paling ramai disorot netizen adalah ia menyebut Tuhan juga butuh manusia.

"For torang orang-orang yang memperbanyak dosa itu, torang juga butuh Tuhan, Tuhan juga butuh pa torang (Untuk kita yang sering berbuat dosa, Kita butuh Tuhan, Tuhan juga butuh kita,red)," ucapnya.

Karena postingan-postingannya di medsos, tak sedikit warganet yang berkomentar.

Ada yang turut mendoakannya.

Namun ada yang mengaku miris.

"Allahuakbar, Astagfirullah. Semoga dijauhkan dari azab," tulis netizen di postingan yang diunggahnya.

Di balik kontroversi tersebut, Sherli Pontoh menyimpan perjalanan hidup yang tidak mudah.

Perempuan berusia 39 tahun ini mengaku memulai usaha bukan karena ambisi kaya, melainkan karena tuntutan hidup dan keinginan untuk tidak dipandang remeh.

“Kalau tidak punya kelebihan, kita itu dianggap cuma beban. Saya pernah dihina dan diusir. Dari situ saya bangkit,” ujar Sherli saat dihubungi wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro Selasa (25/11/2025) lalu.

Dalam kondisi hamil besar dan tanpa modal, Sherli memberanikan diri berjualan dengan sistem modal kepercayaan dari sebuah toko.

Momen tersebut menjadi titik balik hidupnya.

“Saya hanya bilang dalam hati, Alhamdulillah ya Allah, akhirnya punya barang walau cuma modal kepercayaan,” tuturnya.

SOSOK: Sherli Pontoh.
SOSOK: Sherli Pontoh. (Facebook/Facebook Sherli Pontoh)

Dulu Ditipu Karyawannya Rp 400 Juta, Ini Daftar Usaha yang Membuat Sherli Pontoh Kaya Raya

Tahun 2022 menjadi masa terberat dalam perjalanan bisnis Sherli.

Sepulang dari umrah, ia mengaku ditipu karyawannya sendiri hingga mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta.

Namun ia memilih tidak menyimpan amarah.

“Saya cuma curhat ke Allah dan suami. Mungkin itu teguran,” katanya.

Sejak saat itu, Sherli memilih mengelola seluruh usahanya seorang diri, mulai dari:

  • Pencairan jual beli arisan
  • Jual beli emas
  • Usaha peminjaman uang
  • Usaha sendal Calbi yang dirintis sejak 2017
  • Bisnis simpan pinjam yang ia jalani sejak 2018

“Sekarang saya percaya cuma diri sendiri,” ujarnya.

Bagi Sherli, kesuksesan bukan soal kemewahan.

“Minimal kita bos untuk diri sendiri. Tidak minta-minta,” tegasnya.

Ia mengakui motivasinya sederhana namun keras.

“Cari terus sampai kaya. Kalau tidak kaya, kita tidak dihargai. Saya berusaha supaya tidak ada yang meremehkan torang.”

Di akhir perbincangan, Sherli berpesan kepada generasi muda agar bijak mengelola hasil usaha.

“Baru untung 10 juta jangan langsung beli mobil. Hitung pemasukan dan pengeluaran. Jangan patah di tengah jalan.”

Satu prinsip hidup yang terus ia pegang.

“Di mana banyak orang, di situ kita berada.”

(TribunManado.co.id/Ind)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.