Pemkab Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi usai Banjir yang Kembali Meluas
January 22, 2026 09:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI-Meluasnya titik banjir membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi.

Penetapan dilakukan Pemkab Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyusul genangan air yang merendam puluhan desa di 11 kecamatan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per Kamis, 22 Januari 2026 pukul 15.45 WIB, sebanyak 20.775 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 270 KK terpaksa mengungsi ke lima titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Sebaran banjir meliputi wilayah utara hingga tengah Kabupaten Bekasi. Kecamatan Muaragembong menjadi salah satu wilayah terdampak paling luas, dengan banjir menggenangi Desa Pantai Harapan Jaya dan Desa Jayasakti dengan tinggi muka air (TMA) berkisar 20-40 sentimeter.

Di Kecamatan Babelan dan Tarumajaya, genangan juga merendam permukiman warga. Di Desa Muara Bakti, air bahkan mencapai ketinggian 20-50 sentimeter. Sementara Desa Buni Bakti, Hurip Jaya, Kedungjaya, dan Kedungpengawas terdampak banjir dengan variasi TMA antara 10 hingga 50 sentimeter.

Wilayah Tambun dan Cibitung turut terdampak. Di Kecamatan Cibitung, banjir terjadi di Desa Wanajaya dan Desa Wanasari dengan ketinggian air mencapai 20-60 sentimeter. Adapun di Kecamatan Cabangbungin banjir terjadi di lima desa Desa Lenggahsari, Jayalaksana, Sindangjaya, Jayasakti dan Sindangsari terendam banjir bervariasi setinggi 30-50 sentimeter.

Banjir juga meluas ke wilayah selatan dan timur Kabupaten Bekasi. Di Kecamatan Sukatani, genangan terjadi di Desa Sukamanah dan Desa Sukadarma dengan TMA hingga 50 sentimeter.

Kecamatan Karangbahagia mencatat banjir di Desa Sukaraya, sedangkan Kecamatan Cikarang Utara terdampak di empat desa, yakni Tanjungsari, Karang Raharja, Karang Baru, dan Karang Asih dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Angin Kencang Landa 25 desa

Selain banjir, BPBD juga mencatat kejadian bencana lain. Angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, sementara longsor terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.

BPBD Kabupaten Bekasi menyebutkan, total wilayah terdampak mencakup 25 desa di 11 kecamatan. Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian seluas 3.908,9 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan meluasnya banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama serta meluapnya sejumlah sungai di wilayah hulu hingga hilir.

“Debit air sungai meningkat signifikan sejak Kamis pagi akibat hujan deras yang merata. Hal ini menyebabkan air meluap ke permukiman warga,” kata Dodi Supriadi dalam keterangan pada Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, pihaknya telah menyiagakan personel dan peralatan di seluruh wilayah terdampak, termasuk perahu evakuasi dan logistik darurat. Ia juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan evakuasi berjalan aman.

“Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama yang berada di bantaran sungai dan daerah rawan genangan. Jika kondisi air terus meningkat, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Dalam penanganan darurat, BPBD bersama unsur terkait telah melakukan pemantauan dan pengamanan lokasi bencana, evakuasi warga terdampak, serta pendistribusian bantuan logistik.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan optimal.

“Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” kata Dodi. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.