914 Unit Huntara Dibangun di Bener Meriah untuk Pengungsi 3.116 Jiwa Korban Banjir dan Longsor
January 22, 2026 09:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Kabupaten Bener Meriah ini terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor.

Jumlah yang kini dalam tahap pembangunan sebanyak 914 unit yang diperuntukan bagi 3.116 jiwa.

Karena semua korban banjir dan longsor memilih huntara sehingga penerintah tidak menyalurkan dana DTH (dana tunggu huntara) di Kabupaten Bener Meriah.

Melansir Kompas.com, Bener Meriah telah berakhir masa status tanggap darurat pada 6 Januari 2026.

Saat ini pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor terus dipercepat. 

Hingga saat ini, sebagian warga yang kehilangan tempat tinggal masih bertahan di tenda pengungsian, sementara sisanya memilih menumpang di rumah kerabat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan bahwa saat ini sedang diproses pembangunan sebanyak 914 unit Huntara.

Hunian ini diperuntukkan bagi 3 116 jiwa warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.

Namun, Ilham mengakui bahwa penentuan sejumlah lokasi pendirian Huntara belum sepenuhnya final.

Hal ini disebabkan adanya permintaan khusus dari warga terdampak mengenai lokasi hunian baru mereka.

"Ada masyarakat meminta huntara dibangun dekat dengan rumah dan kebun mereka. Jadinya beberapa lokasi kemungkinan akan dipindahkan," ungkap Ilham, Senin (19/1/2026).

Ilham menyebutkan, beberapa titik lokasi pembangunan sudah dinyatakan final dan mulai dikerjakan, di antaranya di wilayah Mesidah, Syiah Utama, Tunyang, hingga Ketipis.

Bahkan, di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, rangka bangunan Huntara dilaporkan sudah berdiri.

Berbeda dengan beberapa daerah terdampak bencana lainnya, di Kabupaten Bener Meriah tidak ada warga yang menerima Dana Tunggu Harian (DTH).

Hal ini dikarenakan pemerintah daerah memfokuskan seluruh anggaran untuk pembangunan fisik Huntara bagi setiap keluarga yang kehilangan rumah.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala cuaca yang berarti agar warga segera mendapatkan tempat bernaung yang lebih layak. 

"Kita berharap, proses pembangunan huntara akan selesai sebelum bulan Ramadhan tiba," harap Ilham.(*)

Baca juga: Pemerintah Pacu Pembangunan 3.051 Unit Huntara Bagi Korban Banjir dan Longsor di Gayo Lues

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.