Di antaranya WNA asal Kamboja dan anaknya diduga jadi korban kekerasan di Jombang
KPK geledah rumah Kepada Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah
MBG dibagikan ke wali murid yang kerja bakti saat siswa di Pujon diliburkan
Berikut selengkapnya:
Seorang warga negara asing (WNA) asal Kamboja berinisial HS (28) saat berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur diduga jadi korban dugaan kekerasan.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sebuah rumah di kawasan Perumahan Grand Nature, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang pada Rabu (21/1/2026) sore.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan, peristiwa itu terungkap setelah pihaknya menerima panggilan darurat melalui layanan 110 sekitar pukul 15.00 WIB.
Petugas yang dikerahkan ke lokasi mendapati adanya pertengkaran antara seorang perempuan dan seorang pria.
"Setelah dilakukan pengecekan, diketahui perempuan tersebut merupakan WNA asal Kamboja. Sedangkan pria yang terlibat cekcok berinisial MTH (28), warga Jombang," ucap Dimas saat dikonfirmasi terpisah oleh Tribunjatim.com pada Kamis (22/1/2026).
Dari hasil penanganan awal, keduanya diketahui bukan pasangan suami istri yang terikat pernikahan resmi.
Perselisihan diduga bermula saat korban menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Kamboja.
===> Baca Selengkapnya
Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali terpantau melakukan penggeledahan pada Kamis (22/1/2026), sekira pukul 11.00 WIB.
Kali ini menyasar kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah.
Pantauan TribunJatim.com, terdapat 4 mobil Toyota Innova Hitam terparkir di sepanjang jalan, yang berada di Gang 14, Jalan Tanjung Manis, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Baca juga: 6 Jam KPK Obok-obok Rumah Kadis PUPR Kota Madiun, Angkut Koper Hingga Kardus
Semua kendaraan berplat nomor Karesidenan Madiun tersebut, masuk satu persatu ke dalam berjalan secara mundur, sehingga melaju satu persatu.
Saat penggeledahan berlangsung, pagar rumah setinggi 2 meter tertutup rapat.
Serta menyita perhatian tetangga sekitar.
Warga yang penasaran bergegas keluar, menunggu di depan rumah.
===> Baca Selengkapnya
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026) sore hingga malam, menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik.
Akibat peristiwa tersebut, beberapa rumah warga dan warung di sekitar wilayah Pujon terdampak aliran air dan lumpur.
Tidak hanya permukiman, banjir juga menerjang fasilitas pendidikan, salah satunya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mabruk Qur’an.
Luapan air bercampur lumpur masuk ke area sekolah hingga ruang belajar mengajar.
Dampaknya, kegiatan pembelajaran terpaksa dihentikan dan ratusan siswa diliburkan sementara.
Dari pantauan Tribun Jatim Network, Kamis (22/1/2026) pagi nampak petugas dari Damkar, dan Kecamatan dibantu warga serta wali murid siswa melakukan kerjabakti pembersihan lumpur di area sekolah.
Sukma Febriana salah satu guru MI Mabruk Qur'an mejelaskan kejadian yang menimpa sekolahnya.
"Kemarin itu semalam kan hujan mulai dari sore, hujan deras, kemudian menyebabkan longsor dan banjir serta airnya meluap ini, sampai ke daerah di sekolah ada lumpur sama air," terang Sukma.
Ia mengatakan, jika ruangan belajar mengajar juga terkena imbasnya, sehingga siswa diliburkan.
"Sementara kita liburkan sampai kondisinya memungkinkan. Kemarin informasinya hari ini saja, tapi nanti kita lihat dulu kalau memang masih belum memungkinkan, besok kita liburkan lagi," katanya.
===> Baca Selengkapnya