Anak Pertama Korban Air Bah Tabanan Menangis Mencari Ibunya, Jasad Korban Ditemukan di 2 Lokasi
January 23, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Peristiwa tragis yang menimpa satu keluarga di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, berakhir duka.

Seorang ibu dan anak balitanya yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret air bah, ditemukan meninggal dunia di dua lokasi berbeda pada Kamis (22/1/2026).

Korban balita, Audrey Natania Banafanu (18 bulan), ditemukan lebih dahulu pada pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita di bibir Pantai Batu Belig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Baca juga: Tragedi Air Bah di Tabanan: Balita Ditemukan di Pantai Batu Belig, Pencarian Ibu Berlanjut

Sementara ibunya, Yuliana Da Costa, ditemukan beberapa jam kemudian di Sungai Yeh Ge, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar selaku SAR Mission Coordinator, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa jasad Audrey pertama kali ditemukan oleh seorang pengunjung pantai yang sedang berolahraga.

“Korban ditemukan dalam kondisi terhimpit di antara bebatuan di bibir pantai,” ujarnya.

Baca juga: HANYUT Ibu dan Anaknya Diterjang Air Bah, Rumah Warga Ambruk di Kuwum Tabanan, Ini List Bencana Alam

Informasi penemuan tersebut kemudian diteruskan ke petugas kebersihan 4 Ocean Foundation dan aparat setempat. Personel Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 Wita dan langsung mengamankan tempat kejadian perkara.

Ps Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menyampaikan bahwa dari hasil pengamatan awal, jasad balita ditemukan dalam kondisi membengkak dan kaku, diduga akibat lama terendam air laut.

Selain itu, ditemukan luka lebam di wajah serta luka di bagian perut dan dada.

Baca juga: KRONOLOGI Rumah Ambruk Disapu Air Bah di Kuwum Tabanan, Istri dan Anak Hanyut dan Belum Ditemukan!

“Pada telinga kiri korban masih terpasang anting emas. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah untuk pemeriksaan medis dan forensik,” jelasnya.

Pihak keluarga memastikan bahwa jasad balita tersebut merupakan Audrey. Sepupu korban, Marki Tanone (33), mengatakan keluarga mengenali korban dari ciri fisik, rambut, dan postur tubuh.

“Kondisinya memang sudah bengkak dan ada lebam, tapi dari ciri fisik kami memastikan itu ponakan kami,” ujarnya.

Baca juga: Pencarian Ibu dan Anak Korban Rumah Ambruk Diterjang Air Bah di Tabanan Terus Dilakukan 

Beberapa jam setelah penemuan balita, jasad sang ibu Yuliana Da Costa ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita oleh warga yang tengah mencari pakan ternak di tepi Sungai Yeh Ge. Korban ditemukan dalam posisi telungkup.

“Lokasi penemuan sekitar 6,9 kilometer dari titik awal kejadian dengan arah 180 derajat,” kata Sidakarya.

Jenazah Yuliana dievakuasi ke RSUD Singasana, Nyitdah, menggunakan ambulans Bali Bhuana Rescue. Sementara jasad Audrey juga dipindahkan dari RSUP Prof. Ngoerah ke RSUD Singasana untuk memudahkan koordinasi dengan keluarga.

Dandim Tabanan, Letkol Inf Trijuang Danarjati, menyebutkan bahwa kondisi jenazah Yuliana mengalami pengelupasan kulit akibat lama berada di aliran sungai dengan arus deras.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem dan musim hujan.

Sementara itu, korban selamat yakni anak pertama pasangan tersebut, Nathalia Dequenza Banafanu (6), dilaporkan dalam kondisi fisik membaik, meski masih mengalami trauma psikologis.

“Semalam sempat menangis mencari ibunya. Saat ini tinggal bersama tantenya,” ujar Marki.

Ayah korban, Semi Christian Banafanu, masih menjalani perawatan medis di RSUD Tabanan.

Pihak keluarga berencana memulangkan kedua jenazah ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halaman, serta berharap adanya bantuan pemerintah dalam proses pemulangan jenazah.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan unsur SAR gabungan resmi dinyatakan ditutup.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR atas dedikasi dan kerja kerasnya, serta menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” tutup Nyoman Sidakarya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.