TRIBUNSUMSEL.COM - Tokoh masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, Kemas (KMS) H. Abdul Halim Ali atau akrab disapa Haji Alim, telah menjalani perawatan medis selama satu tahun belakangan sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026).
Haji Halim diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi yang cukup serius, meliputi gangguan pada jantung, paru-paru, hingga fungsi liver.
Faktor usia yang telah mencapai 88 tahun serta riwayat penyakit menjadi perhatian utama dalam proses pemulihannya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Prof. dr. Ali Ghanie, Sp.PD-KKV, FINASIM, membenarkan kondisi kritis yang dialami Haji Halim.
Baca juga: Duka Ustaz Abdul Somad Usai Haji Halim Crazy Rich Palembang Meninggal Dunia, Panjatkan Doa
Pria yang dikenal sebagai Crazy Rich Palembang ini sebelumnya dipindahkan ke Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.
Kemudian, kondisinya semakin kritis hingga harus dirawat intensif di ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU), ruang khusus perawatan pacu jantung RS Siti Fatimah Al Azhar Palembang.
"Iya, Haji Halim kritis sejak Rabu dan sempat dirawat di CVCU. Kemudian pada sore harinya dipindahkan kembali ke ICCU untuk perawatan lebih intensif,” ujar Prof. Ali Ghanie, Kamis (22/1/2026).
Perwakilan keluarga, RHA Rasyidi yang akrab disapa Cek Adi, membenarkan bahwa kondisi Haji Halim telah melewati masa paling krusial, meski masih memerlukan pemantauan ketat dari tim medis.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat. Saat ini Haji Halim masih menjalani perawatan intensif di IGD setelah sempat mengalami kondisi kritis kemarin sore,” kata Cek Adi.
Pihak keluarga terus memanjatkan doa, termasuk membacakan Surah Yasin, berharap agar Haji Halim diberikan kesembuhan.
“Kami semua panik karena monitor di ICCU sempat menunjukkan garis lurus. Keluarga dan anak-anak tidak henti-hentinya berdoa, berharap ada keajaiban agar Haji Halim bisa sehat kembali,” ujarnya.
Baca juga: 4 Fakta Haji Halim, Crazy Rich di Palembang Meninggal Dunia, Sempat Kritis Idap Penyakit Komplikasi
Di tengah kondisi kesehatannya, Haji Halim juga tengah menghadapi proses hukum terkait perkara lahan proyek jalan tol di wilayah Banyuasin yang masih bergulir di persidangan.
Mereka berharap diberikan empati dari masyarakat luas agar Haji Halim dapat segera pulih dan kembali mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik.
Haji Halim akan dikebumikan berdampingan dengan sang istri almarhumah Nyimas Hj Aminah (meninggal 2025) di belakang rumah yang berada di Jl Dr M Isa setelah sholat Jumat, (23/1/2026).
Sebelum dikebumikan ditempat peristirahatan terakhir, jenazah Haji Halim akan dilepas dari Graha Haji Halim sekitar pukul 09.00 Wib menuju Masjid Agung Palembang untuk disholatkan, kemudian dilanjutkan di Masjid Al Falah Jl Rajawali sebelum kembali ke kompleks Kediaman pribadinya Jl Dr M Isa Palembang.
Pantauan Tribunsumsel.com sendiri di lokasi tempat liang lahat, terlihat sejumlah petugas mempersiapkannya, dengan lubang liang lahat sudah digali dan dipasang tenda.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang, sekitar pukul 14.30 WIB.
Kabar ini menjadi duka mendalam mendalam bagi kerabat dan keluarga, Putra almarhum, Kms H Umar Halim, menyampaikan kabar duka tersebut kepada masyarakat. Mewakili keluarga besar, ia memohon doa bagi ayahandanya tercinta agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Kami memohon kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum. Semoga amal ibadahnya selama ini diterima oleh Allah SWT dan segala kekhilafan yang pernah ada semasa hidupnya dimaafkan," ujar Kms H. Umar.
Baca juga: Haji Halim Meninggal Dunia, Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Sejumlah Pejabat Melayat ke Rumah Duka
H Umar menjelaskan bahwa, almarhum akan dimakamkan Jumat (23/1/2026) setelah sholat Jumat.
"Insyaallah akan dimakamkan di pemakaman keluarga (di Jl Dr M Isa), namun akan disholatkan dulu di Masjid Agung Palembang. Sekali lagi, saya mewakili keluarga besar menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak jika selama ini orang tua kami melakukan kekhilafan baik disengaja maupun tidak disengaja," kata H Umar kepada Tribunsumsel.com.
Selain itu, Umar menyatakan pesan selama ini yang disampaikan sang ayah yaitu untuk selalu damai.
"Pesannya selalu damai, mohon maaf kalau almarhum ada dosa- dosa pak haji mohon diikhlaskan," tandasnya.
Diketahui, Haji Halim dikenal luas sebagai sosok pengusaha sukses yang dermawan dan dikenal dekat alim ulama, bahkan tokoh-tokoh nasional juga mengenal dan pernah datang kediaman pribadinya di kota Palembang.
Diketahui, alamat rumah duka adalah Jalan M Isa Nomor 1 kota Palembang.
Sosok Kms H Abdul Halim Ali tidak asing bagi masyarakat Sumsel.
Menjadi pengusaha sukses dan dinobatkan sebagai orang terkaya di Sumsel, membuat KMS H Halim sering dikunjungi oleh pejabat negara seperti Prabowo hingga Joko Widodo.
KMS H Halim memiliki nama lengkap KMS (Kemas) H Abdul Halim Ali atau orang Palembang biasa memanggilnya H Alim.
Lelaki 88 tahun ini merupakan pemilik dari PT Sentosa Mulia Bahagia Palembang.
Usaha utama dari KMS H Halim ini bergerak di bidang perkebunan, karet dan kelapa sawit.
Namun ia juga kini melebarkan sayap bisnisnya di bidang pertambangan batubara.
KMS H Halim memiliki dua lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yaitu atas nama PT Uci Jaya (PT UJ) dan PT Karya Perintis Sejati (PT KPS).
Keduanya berada di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatara Selatan dengan luas IUP hingga ribuan hektar.
Selain sebagai orang kaya, selama ini Pak Haji doyan sedekah dan patuh pajak.
Pada tahun 2021, Haji Alim memberikan wakaf uang sebesar Rp 100 juta kepada Badan Wakaf Indonesia Sumatera Selatan.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com