Tandatangani Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Dipuji Donald Trump, Presiden AS : Pemberani
January 23, 2026 09:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza.

Dengan demikian, Indonesia resmi bergabung dengan organisasi yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Penandatanganan itu dilakukan dalam annual meeting bertajuk 'Board of Peace' di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Setelah prosesi tandatangani selesai, Trump yang tengah menggebu-gebu merebut Greenland menghampiri Prabowo.

Keduanya langsung berjabat tangan dan saling tatap.

Prabowo tampak menatap langsung ke arah Trump, sementara Trump membalas dengan ekspresi serius.

Trump lalu tersenyum tipis sembari menepuk pundak Prabowo.

Sebelum meneken piagam, Trump sempat memuji Prabowo dengan menyebut sebagai orang pemberani.

"Dia orang yang pemberani," kata Trump sembari diikuti tawa dari peserta yang hadir, mengutip Tribunnews.com.

Dalam pidatonya, Trump menyebut proyek Dewan Perdamaian Gaza sebagai inisiatif besar yang menurutnya sangat bisa dilakukan.

“Ketika kami benar-benar terlibat dalam proyek ini, dan ini adalah proyek yang besar, tapi sangat bisa dilakukan,” ujar Trump.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat berada di belakang proyek tersebut.

“Sejauh menyangkut Amerika Serikat, kami mendukungnya (berada di belakangnya). Dan Amerika Serikat tidak pernah sekuat ini, tidak pernah lebih besar, lebih baik,” katanya.

Trump juga menyinggung bahwa Dewan Perdamaian Gaza akan menjadi forum penting dan bukan sekadar agenda seremonial.

“Kami memiliki banyak orang lain yang telah mendaftar dan mereka semua ingin menjadi anggota Dewan Perdamaian karena ini benar-benar akan menjadi penting. Ini tidak akan membuang-buang waktu,” ucapnya.

trumptataprabowo
Momen Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjabat tangan dan menatap mata Presiden RI, Prabowo Subianto. Dua kepala neagara ini bertemu di Swiss terkait pembahasan Dewan Perdamaian Gaza.

- Indonesia, 

- Pakistan, 

- Mesir, 

- Jordania, 

- Uni Emirate Arab, 

- Turki, 

- Saudi Arabia, 

- Qatar, 

- Bahrain, 

- Morocco, 

- Argentina, 

- Armenia, 

- Azerbaijan, 

- Belgia, 

- Bulgaria, 

- Kazakhstan, 

- Kosovo, 

- Mongolia,

- Paraguay.

Alasan Indonesia Gabung

Indonesia resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan, Indonesia dan negara-negara Kawasan Timur Tengah lainnya menyambut baik undangan Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian tersebut.

"Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian," tulis Kemenlu dalam unggahan media sosial X, Kamis (22/1/2026).

Setelahnya, Indonesia dan negara lainnya menandatangani dokumen bergabung dengan Dewan Perdamaian, sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur lain yang diperlukan masing-masing negara

Kemlu RI kini mengungkapkan alasan Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) besutan Trump.

“Keanggotaan Indonesia di dalam BOP tujuannya adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil,” kata Jubir II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/1/2026).

Bukan hanya itu, tujuan Indonesia bergabung BOP ini untuk memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang berada di Gaza.

“Dan kita melihat juga bahwa Board of Peace ini adalah sebuah mekanisme yang sifatnya sementara untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil,” ujar dia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, Indonesia memilih bergabung ke Dewan Perdamaian demi mempercepat proses perdamaian di Gaza.

"Kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

"Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," kata dia lagi.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.