Gerak Senyap China ke Iran: 16 Pesawat Militer Datang Beruntun dalam 56 Jam, Timur Tengah Waspada
January 23, 2026 09:11 AM

- Sebanyak 16 pesawat kargo militer milik Angkatan Udara China.

Dilaporkan mendarat di wilayah Iran dalam kurun waktu 56 jam.

Hal itu memicu kekhawatiran baru terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

Aktivitas tersebut langsung menyedot perhatian analis keamanan internasional.

Karena dinilai tidak lazim dan berpotensi berkaitan dengan operasi militer berskala besar.

Laporan menyebutkan operasi ini menjadi satu di antara aktivitas militer terbesar dalam sejarah hubungan China dan Iran.

Pesawat yang terlibat disebut termasuk pesawat angkut strategis Y-20.

Mengutip Tribunnews pada (23/1), Y-20 dikenal mampu membawa peralatan berat jarak jauh.

Dalam laporan tersebut, pesawat-pesawat kargo Y-20 dilaporkan tiba secara berurutan.

Di beberapa lapangan udara Iran dalam waktu kurang dari tiga hari.

Aktivitas ini dinilai bukan penerbangan biasa.

Karena sejumlah pesawat diketahui mematikan transponder sebelum memasuki wilayah udara Iran.

Praktik tersebut umumnya digunakan dalam misi sensitif untuk menghindari pelacakan radar publik.

Pola penerbangan ini mengingatkan pada insiden serupa pada 2025.

Ketika pesawat kargo yang dikaitkan dengan China dilaporkan menghilang di jalur udara Asia Tengah menuju Iran.

Peristiwa tersebut sebelumnya memicu spekulasi penggunaan koridor udara rahasia untuk pengiriman militer.

Sejumlah analis militer dan komunitas intelijen sumber terbuka.

Menduga aktivitas ini mencerminkan dukungan logistik atau militer terselubung China kepada Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.