Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tetap sepi walaupun telah ada Instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang meminta mereka kembali berdagang.

"Tetap gak jualan karena gak ada tanggapan dari pemerintah," kata salah satu pedagang bernama Adiyat saat ditemui di Pasar Kebayoran Lama Jakarta, Jumat.

Adiyat mengatakan, pedagang sudah menanti adanya bantuan dari pemerintah sejak Kamis (22/1) kemarin, terlebih adanya janji untuk melakukan pengawasan harga.

Kendati demikian, tak ada harapan yang jelas hingga pedagang memilih libur daripada berjualan tanpa untung. "Pemerintah bilang jangan ada demo, tapi dari kemarin gak ada yang datang ke sini," katanya.

Seorang pembeli bernama Rika menyayangkan sepinya penjualan daging sapi di Pasar Kebayoran Lama. Dia pun memilih untuk mencari alternatif lain dengan membeli daging ayam maupun ikan.

"Kalau gak ada sapi, masih ada alternatif beli daging ayam atau ikan. Jadi memang harus kreatif kalau masak buat keluarga," katanya.

Harga di Pasar Kebayoran Lama untuk daging sapi per kilonya mencapai Rp150 ribu yang sebelumnya seharga sekitar Rp50 ribu.

Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menindak oknum penggemukan sapi (feedloter) yang terbukti menjual di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini seiring dengan adanya aksi mogok pedagang daging sapi yang terjadi se-Jabodetabek.

Sebelumnya, bandar sapi potong dan pedagang daging di pasar tradisional se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi mogok dagang selama tiga hari mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1).

Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan hal itu dilakukan sebagai respon kenaikan harga daging sapi yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).