Pengelola Bandara RHF Siapkan Citilink Jika Garuda Tak Lagi Terbang ke Tanjungpinang
January 23, 2026 12:40 PM

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Maskapai Citilink digadang-gadang akan menggantikan rute Garuda Indonesia, jika perusahaan pelat merah itu resmi tak beroperasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang lagi.

Pesawat Citilink akan melayani penumpang dari Tanjungpinang ke Jakarta satu Minggu penuh.

Selama ini Citilink hanya terbang empat kali selama sepekan. Sementara Garuda tiga kali sepekan.

General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan mengatakan, wacana ini masih sebatas rencana.

"Belum ada kepastian. Sementara pola itu yang kami siapkan," kata Dermawan, Jumat (23/1/2026).

Apalagi hingga hari ini, belum ada informasi tertulis yang diterima dari maskapai Garuda Indonesia. 

"Kabar ini baru disampaikan pihak Garuda secara lisan ke kami," sebut Setiadi.

Dari penyampaian itu menyebutkan, Garuda Indonesia terakhir melayani penumpang dari Bandara RHF menuju Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kendati demikian, pihaknya tetap berpikir positif, sembari menunggu surat resmi tertulis dari maskapai Garuda.

"Kami belum tahu secara pasti apa alasan Garuda tidak terbang lagi ke Tanjungpinang. Dugaan sementara mungkin alasan operasional," tuturnya.

Ini kemungkinan menjadi keputusan strategis baik di Garuda maupun Citilink.

Ketika Garuda tidak beroperasi lagi di Tanjungpinang, maka akan ditangani oleh Citilink.

Jika Garuda tidak lagi terbang ke Tanjungpinang, maka Citilink akan terbang setiap hari melayani rute Tanjungpinang-Jakarta dan sebaliknya.

"Jika ini diterapkan, tentu PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang akan mengurangi pendapatan kami," katanya.

Sebab penerbangan yang datang dan pergi dari Tanjungpinang jadi pendapatan utama saat ini.

Namun hal ini tidak mengurangi pelayanan Bandara RHF untuk penumpang. 

Ia menyampaikan, meski Garuda tidak lagi melayani penumpang ke RHF, bukan berarti menghambat penerbangan Internasional.

Namun, perlu dipertimbangan jika suatu bandara dilayani Garuda, maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi provinsi atau daerah tersebut.

Kabar rencana hengkangnya Garuda Indonesia dari Bandara RHF juga mendapat komentar dari warga Tanjungpinang.

"Jika bandara RHF Tanjungpinang tidak dilayani Garuda lagi, maka pengusaha dan wisatawan tidak lagi ke Tanjungpinang," kata Daeng, warga Tanjungpinang.

Menurutnya, bos-bos besar jika hendak ke suatu daerah pada umumnya naik maskapai Garuda.

"Dampaknya, ekonomi dan pariwisata di Tanjungpinang dan Bintan akan sepi dan terlewati," ujarnya.

Ia meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa mengkaji lagi rencana ini dengan berkoordinasi dengan pihak Garuda atau mencari alternatif lain. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.