Jakarta (ANTARA) - Petugas mengevakuasi kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita dan lansia dari kawasan permukiman warga di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, yang dilanda banjir setinggi satu meter pada Jumat.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menggunakan sebuah perahu karet untuk mengevakuasi mereka.

Warna perahu untuk evakuasi itu kontras dengan warna genangan banjir yang coklat pekat. Di atasnya, seorang ibu muda duduk memeluk erat anaknya sambil memegang payung merah muda.

Wajahnya cemas dan pandangannya bergantian antara wajah bayinya dan titik area kering di depannya. Sementara tangan kanannya memegang erat sisi perahu karet.

Tiga orang petugas pemadam kebakaran dari Pos Taman Palem, Cengkareng, pun berjibaku mendorong dan menarik perahu tersebut melawan arus air yang tingginya sudah mencapai pinggang orang dewasa.

Nisa (30), sang ibu yang berada di atas perahu karet tersebut, mengaku terpaksa mengungsi lantaran khawatir dengan kondisi anaknya yang masih balita.

"Tadinya mau di rumah saja dulu. Tapi airnya naik terus dari pagi. Takutnya nanti malah makin dalam dan susah keluar, kasihan anak," ujar Nisa.

Nisa ingin mengungsi ke rumah kakaknya yang aman dari banjir. Ia khawatir akan pemadaman listrik dan kesulitan air bersih apabila tetap bertahan di rumah.

"Mau mengungsi ke Semanan, enggak banjir. Kalau sayanya sih aman, tapi anak saya nya kasihan," kata dia.

Ia sempat ingin menerobos banjir bersama suaminya dengan berjalan kaki. Namun, ia memutuskan untuk menunggu adanya bantuan perahu karet demi keamanan sang anak.

"Ngeri kalau jalan kaki. Airnya sudah sepinggang, menunggu saja, ternyata benar ada Damkar bawa perahu," kata dia.

Nisa pun sudah menyiapkan dan membawa sebuah tas ransel berisi pakaian ganti dan perlengkapan bayi seadanya.

Ia berharap agar permasalahan banjir yang terus menerus berulang di Jakarta dapat segera terselesaikan.

"Ya semoga cepat surut, enggak banjir-banjir lagi lah. Kasihan yang anak-anak kecil," tutur Nisa.