TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Banjir yang melanda sembilan desa di lima kecamatan di Kabupaten Situbondo tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur. Kerugian akibat kerusakan tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir Jailani, mengatakan banjir merusak berbagai infrastruktur di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Besuki, Jatibanteng, dan Mlandingan.
“Ada jembatan, badan jalan, dan jembatan limpas yang rusak akibat banjir,” ujar Abdul Kadir Jailani, Jumat (24/01/2026).
Menurut Kadir, banjir menyebabkan jembatan di Desa Jetis, Kecamatan Besuki, putus, sementara Jembatan Randu dilaporkan ambruk akibat derasnya arus air.
Selain itu, bencana banjir juga mengakibatkan dua jembatan limpas di Desa Wringin Anom, Kecamatan Jatibanteng, putus, serta dua sayap jembatan limpas mengalami kerusakan berat.
Baca juga: Tanah Longsor di Situbondo, Akibatkan Dua Rumah Warga Rusak
“Akibat jembatan limpas putus tersebut, sebanyak 32 kepala keluarga (KK) terisolir,” jelasnya.
Tak hanya jembatan, derasnya aliran banjir juga menggerus badan jalan. Di Dusun Tegal, Desa Wringin Anom, badan ruas jalan dilaporkan ambrol akibat tergerus air.
“Total ada empat titik badan ruas jalan yang mengalami kerusakan,” beber Kadir.
Mantan Sekretaris Dinas PUPR Situbondo itu menyebutkan, berdasarkan akumulasi sementara, total kerugian akibat kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5,2 miliar.
Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Situbondo, 9 Desa di Lima Kecamatan Terdampak
“Taksiran sementara kerugian mencapai sekitar Rp5,2 miliar. Namun tim kami masih berada di lapangan untuk menginventarisasi seluruh kerusakan infrastruktur,” pungkasnya.
Luapan Sungai Lubawang Besuki serta jebolnya tanggul sungai di wilayah Kembangsambi, Pasir Putih, mengakibatkan Jalan Raya Pantura Situbondo tergenang banjir. Genangan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas dari arah Surabaya–Banyuwangi lumpuh total.
Selain itu, banjir juga merendam permukiman warga, khususnya di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Arus lalu lintas Pantura kini telah kembali normal sejak Kamis (22/01/2026).
Dalam bencana banjir tersebut, dilaporkan dua warga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.