Sudah Tidak Cocok! Budayawan Muda Usulkan Patung Raflesia di Alun-alun Ciamis Diganti Macan
January 23, 2026 04:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Wacana pergantian patung Bunga Raflesia yang berada di tengah Alun-alun Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali mencuat di kalangan budayawan.

Salah satunya disampaikan budayawan muda sekaligus dosen Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Ilham Purwa. 

Ia menilai patung Bunga Raflesia raksasa yang selama ini menjadi ikon Ciamis sudah tidak relevan lagi dengan kondisi wilayah saat ini.

Menurut Ilham, keberadaan bunga Raflesia raksasa secara historis memang berkaitan dengan kawasan Cagar Alam Pangandaran. 

Namun sejak Kabupaten Pangandaran resmi memisahkan diri dari Ciamis dan menjadi daerah otonomi baru, ikon tersebut dinilai tidak lagi tepat.

“Pangandaran sudah pisah dari Ciamis. Jadi patung bunga Raflesia itu sepertinya sudah tidak relevan lagi jika tetap dijadikan ikon Kabupaten Ciamis,” ujar Ilham, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: 4 Kuliner Legendaris Ciamis yang Cocok untuk Makan Siang, Ada Sambal Cibiuk yang Hampir Terlupakan

Ilham menjelaskan, pada saat patung tersebut dibangun, wilayah Pangandaran masih menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis. 

Karena itu, tidak ada penolakan dari masyarakat saat itu, mengingat bunga Raflesia memang tumbuh di hutan Cagar Alam Pangandaran.

“Dulu wajar dijadikan ikon, karena Pangandaran masih satu wilayah dengan Ciamis dan tujuannya juga untuk mengenalkan potensi wisata Pangandaran,” katanya.

Kondisi patung Bunga Raflesia di Alun-alun Ciamis saat ini kondisinya masih sangat terawat dan sesekali di sana juga ada air mancur yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung apalagi di malam hari.

Namun seiring perubahan wilayah administratif, Ilham menilai sudah saatnya Ciamis memiliki ikon baru yang lebih merepresentasikan sejarah, budaya, dan identitas daerah.

Ia mengusulkan agar patung Bunga Raflesia diganti dengan patung Macan yang dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan Ciamis, baik secara fisik maupun filosofis.

“Saya kira kalau diganti dengan patung Macan itu sangat tepat,” ujarnya.

Ilham menambahkan, macan masih ditemukan di habitat hutan Gunung Sawal dan memiliki filosofi ketangguhan, keberanian, serta kekuatan yang melekat kuat dalam nilai-nilai masyarakat Ciamis.

“Macan secara fisik masih ada di habitatnya, dan secara filosofi juga sangat kuat. Ketangguhan macan itu sudah tidak diragukan lagi dan sangat merepresentasikan karakter masyarakat Ciamis,” ungkapnya.

Namun, usulan tersebut baru mengemuka dari kalangan budayawan dan pergantian ikon sebuah Kota atau Kabupaten tentunya harus melalui beberapa tahapan diskusi bersama para stakeholder seperti dari tokoh agama, sosial,  akademisi, budaya hingga pemerintah daerah setempat.(*)

Baca juga: Cuaca Ciamis Hari Jumat 23 Januari 2026 Sempat Gerimis, BMKG Prediksi Hujan Menjelang Siang



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.