Jelang Ramadan, Pemkot Pangkalpinang Siaga Jaga Harga Pangan, Minyakita hingga Cabai Jadi Sorotan
January 23, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, geliat pasar di Kota Pangkalpinang mulai terasa. Permintaan bahan pangan perlahan meningkat, seiring tradisi keagamaan dan persiapan masyarakat menyambut bulan puasa. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang memilih bersikap siaga agar lonjakan harga tak membebani warga.

Melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper), Pemkot Pangkalpinang memantau ketat sejumlah komoditas yang dinilai rawan mengalami kenaikan, seperti cabai, ayam ras, bawang, hingga Minyakita. 

Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan stok pangan tetap aman selama Ramadan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri menyebut hingga akhir Januari 2026, sebagian besar harga bahan pokok masih berada dalam kondisi relatif stabil. Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan tipis pada beberapa komoditas.

"Untuk bawang putih misalnya, ada kenaikan sekitar Rp500 per kilogram. Namun harganya masih di bawah Harga Acuan Penjualan, yakni Rp35.500 per kilogram," ujar Yiyi, kepada Bangkapos.com, Jumat (23/1/2026).

Tak hanya bawang putih, kenaikan harga juga terpantau pada komoditas protein hewani dan hasil laut. Ikan kembung, ikan tongkol, serta ayam ras mengalami penyesuaian harga. Ayam ras tercatat naik dari Rp36.500 per kilogram menjadi Rp38.000 per kilogram.

Menurut Yiyi, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang peringatan Isra Mikraj, yang biasanya diikuti berbagai kegiatan keagamaan dan hajatan keluarga.

Sementara Minyakita masih menjadi komoditas yang mendapat perhatian khusus pemerintah daerah. Di tingkat pengecer, harga Minyakita tercatat mencapai Rp17.000 per liter, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh rantai distribusi yang cukup panjang, dari distributor hingga ke pedagang eceran. Kami berharap dengan Bulog sebagai distributor, harga Minyakita bisa segera kembali stabil," jelasnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Pangkalpinang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) rutin menggelar rapat koordinasi mingguan guna memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok pangan. Jika diperlukan, pemerintah juga siap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah disiapkan sebagai salah satu langkah intervensi. Program ini direncanakan digelar sekitar satu minggu sebelum Ramadan, agar masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kami juga mempertimbangkan tradisi lokal seperti Ruahan dan Perang Ketupat yang biasanya meningkatkan konsumsi telur, daging, dan cabai. Ini menjadi perhatian kami dalam pengendalian pasokan," tambah Yiyi.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.