7 Kuliner Khas Buka Puasa di Jogja yang Selalu Diburu Saat Ramadan
January 23, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebentar lagi akan memasuki bulan Suci Ramadhan. 

Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda di Yogyakarta.

Menjelang waktu berbuka, berbagai sudut kota berubah menjadi pusat kuliner dadakan.

Dari pinggir jalan hingga kawasan legendaris, aroma makanan khas buka puasa mulai memenuhi udara, memancing siapa pun untuk berhenti dan mengantre.

Tradisi berburu takjil dan menu berbuka sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Jogja.

Tidak hanya soal mengisi perut, tetapi juga tentang menjaga kebiasaan, merawat kenangan, dan merasakan kembali suasana Ramadan yang selalu dirindukan setiap tahun.

Menariknya, beberapa kuliner khas ini selalu muncul dan menjadi langganan warga setiap Ramadan.

Dari minuman segar hingga makanan berat, berikut tujuh kuliner khas buka puasa di Jogja yang selalu diburu dan tak pernah sepi pembeli.

1. Kolak Pisang dan Kolak Campur

Kolak Pisang Gula Merah
Kolak Pisang Gula Merah (sajiansedap.grid.id)

Kolak pisang menjadi menu wajib yang hampir selalu hadir saat Ramadhan di Jogja.

Minuman hangat-manis ini mudah ditemukan di pasar takjil, masjid, hingga penjual keliling.

Rasa manis dari gula merah berpadu dengan santan dan potongan pisang menciptakan cita rasa klasik yang selalu dirindukan.

Beberapa penjual juga menambahkan ubi, labu, atau kolang-kaling untuk menambah variasi.

Harga kolak pisang biasanya sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Karena itu, kolak selalu jadi pilihan utama untuk membatalkan puasa dengan yang manis dan hangat.

2. Es Buah dan Es Campur

Pelepas dahaga di siang hari meminum es buah pakunigngratan
Pelepas dahaga di siang hari meminum es buah pakunigngratan (tribunnews.com)

Es buah dan es campur selalu menjadi primadona saat cuaca panas dan tubuh membutuhkan kesegaran setelah seharian berpuasa.

Di Jogja, menu ini mudah ditemukan di hampir semua kawasan.

Isinya beragam, mulai dari semangka, melon, pepaya, hingga nata de coco dan cincau.

Sirup manis dan susu kental manis menjadi pelengkap yang membuat rasanya semakin segar.

Harga es buah dan es campur biasanya berkisar Rp7.000 hingga Rp15.000 per porsi.

Kesegarannya membuat menu ini hampir selalu habis menjelang waktu berbuka.

3. Gorengan 

Bakwan, tahu isi, tempe mendoan, hingga risoles menjadi camilan yang tak pernah absen saat Ramadhan.

Gorengan selalu menjadi teman setia untuk mengawali buka puasa.

Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam membuat gorengan mudah disukai semua kalangan.

Banyak penjual gorengan dadakan bermunculan khusus selama bulan Ramadan.

Harga gorengan biasanya sangat ramah di kantong, mulai dari Rp1.000 hingga Rp3.000 per biji.

Meski sederhana, gorengan selalu menjadi incaran utama saat ngabuburit.

4. Kicak 

kicak
Kicak

Kicak merupakan jajanan tradisional khas Jogja yang sering muncul saat bulan Ramadhan.

Kue ini berbahan dasar ketan, kelapa parut, dan gula, dengan aroma pandan yang khas.

Teksturnya kenyal dan legit, dengan rasa manis alami dari kelapa dan gula.

Kicak biasanya dijual di pasar tradisional atau penjual takjil musiman.

Harga kicak umumnya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus.

Keberadaannya yang musiman membuat kicak selalu diburu karena hanya muncul di momen tertentu.

5. Cenil, Lupis, dan Kue Pasar

lupis ketan
lupis ketan (pinterest.com)

Aneka kue pasar seperti cenil, lupis, dan klepon juga menjadi favorit saat Ramadhan.

Jajanan tradisional ini mudah ditemukan di lapak takjil sore hari.

Rasa manis dari gula merah cair dan parutan kelapa membuat jajanan ini cocok sebagai pembuka puasa.

Teksturnya yang kenyal juga memberi sensasi tersendiri saat disantap.

Harga kue pasar biasanya sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per potong.

Karena murah dan mengenyangkan, kue pasar selalu laris manis.

Baca juga: 11 Rekomendasi Kuliner di Kulon Progo Untuk Makan Siang Saat Jam Istirahat

6. Bubur Sumsum dan Bubur Kacang Hijau

Bubur Sumsum
Bubur Sumsum (Kompas.com)

Bubur sumsum dan bubur kacang hijau menjadi pilihan favorit bagi yang ingin berbuka dengan makanan lembut dan hangat.

Menu ini banyak dijual di lapak takjil maupun warung kecil.

Rasa gurih bubur sumsum berpadu dengan manisnya gula merah cair menciptakan rasa yang menenangkan.

Bubur kacang hijau juga dikenal mengenyangkan dan menambah energi.

Harga bubur biasanya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Selain enak, bubur juga cocok untuk perut yang masih kosong setelah seharian berpuasa.

7. Wedang dan Minuman Tradisional

Wedang Uwuh
Wedang Uwuh (via Kompas.com)

Wedang jahe, wedang ronde, hingga wedang uwuh sering muncul sebagai pilihan minuman tradisional saat Ramadhan.

Minuman ini cocok untuk menghangatkan tubuh setelah berbuka.

Aroma rempah yang khas memberikan sensasi menenangkan dan menyegarkan.

Beberapa penjual juga menambahkan isian seperti ronde, kacang, atau roti.

Harga wedang tradisional biasanya mulai dari Rp7.000 hingga Rp15.000 per gelas.

Selain nikmat, wedang juga menjadi bagian dari tradisi kuliner Jogja yang selalu dirindukan saat Ramadan. (MG Agit Aida Musfiroh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.