Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini tengah mengupayakan pengusulan dana hibah dan rekonstruksi (rekon) senilai Rp10 miliar ke Kementerian Keuangan.
Dokumen Pengajuan Sudah Lengkap
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Nusa Dian, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen persyaratan pengajuan dana hibah dan rekonstruksi telah dinyatakan lengkap.
Namun demikian, proses pengusulan tersebut masih menunggu kepastian waktu dari Kementerian Keuangan.
“Kita sudah mengusulkan dana hibah dan rekonstruksi sebesar Rp10 miliar. Semua dokumen sudah lengkap, sekarang kita tinggal menunggu konfirmasi dari Kementerian Keuangan kapan akan diusulkan,” ujar Dian saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (23/1/2026).
Banyak Daerah Terdampak Bencana
Dian menjelaskan bahwa proses pengajuan dana hibah dan rekonstruksi kemungkinan akan memakan waktu.
Hal tersebut disebabkan pada tahun ini cukup banyak daerah lain di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra, yang juga terdampak bencana dan membutuhkan bantuan dana serupa.
“Kita tahu tahun ini cukup banyak daerah yang terdampak bencana, terutama di Sumatra. Mungkin kita akan sedikit terlambat, namun kita berharap pada tahun 2026 nanti dana hibah dan rekonstruksi ini bisa terealisasi,” ungkap Dian.
Tiga Item Prioritas Rekonstruksi
Dian memaparkan bahwa usulan dana rekonstruksi yang diajukan BPBD Bengkulu Selatan difokuskan pada tiga item prioritas.
Ketiga item tersebut dinilai mendesak untuk segera ditangani.
“Untuk rekon ini ada tiga yang kita usulkan, satu jembatan dan dua pelapisan tebing,” tegas Dian.
Penyesuaian dengan Kemampuan Administrasi
Selain itu, Dian menyampaikan bahwa estimasi kebutuhan dana rekonstruksi sebenarnya cukup besar.
Namun, BPBD Bengkulu Selatan menyesuaikan usulan dengan persyaratan serta kemampuan administrasi yang telah disiapkan saat ini.
“Kebutuhan sebenarnya cukup banyak, tapi kita sesuaikan dengan persyaratan yang bisa kita penuhi. Untuk saat ini kita fokuskan dulu pada tiga usulan tersebut,” beber Dian.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Di akhir pernyataannya, Dian mengimbau masyarakat Bengkulu Selatan untuk tetap waspada dan berhati-hati menyusul kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
BPBD Bengkulu Selatan juga telah menyiapkan posko siaga selama 24 jam guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Kami juga sudah menyiapkan posko 24 jam di kantor BPBD dan melakukan piket setiap hari, sehingga setiap ada kejadian kami bisa bergerak cepat,” kata Dian.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini