Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 50 warga RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim) akhirnya mengungsi akibat banjir di kawasan itu sejak Kamis (22/1) malam.

"Ada sekitar 50 warga RW 04 Cipinang Melayu yang akhirnya mengungsi karena memang banjir sudah tinggi," kata Ketua RW 04 Cipinang Melayu Yoni Triorama di Jakarta Timur, Jumat.

Menurut dia, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai 170 sentimeter (cm) di titik terdalam.

Yoni menyebut, pengungsian warga mulai dilakukan sejak semalam.

Warga mengungsi di dua lokasi pengungsian, yakni Masjid Universitas Borobudur dan Masjid Al-Hidayah.

“Untuk pengungsian, semalam ke Masjid Universitas Borobudur dan Masjid Al-Hidayah. Total pengungsi kurang lebih 50 orang, khusus warga RW 04," ucap Yoni.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 jiwa mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, sementara 20 jiwa lainnya berada di Masjid Al-Hidayah.

Selain pengungsian, katanya, bantuan juga mulai berdatangan yaitu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta bantuan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Hari ini bantuan sudah masuk dari Damkar, MBG berupa bantuan makanan dan BPBD juga sudah mendirikan tenda. Rencananya pengungsi yang terpecah akan digabungkan di tenda BPBD, supaya lebih mudah pendataan dan koordinasi," jelas Yoni.

Total bantuan makanan dari MBG yang diterima warga RW 04 Cipinang Melayu mencapai 2.270 porsi. Sementara itu, fasilitas di tenda pengungsian saat ini masih terbatas.

"Baru ada tenda dan terpal. Kita masih menunggu bantuan seperti matras dan selimut, serta sudah koordinasi untuk MCK portabel," ujar Yoni.

Terkait kondisi banjir, Yoni menjelaskan genangan air mulai masuk sejak Kamis (22/1) malam akibat luapan Kali Sunter yang dipicu curah hujan tinggi.

Meski sempat surut sekitar 20 hingga 30 sentimeter pada dini hari, air kembali naik menjelang pagi.

"Sekarang malah lebih tinggi dari semalam, bisa sampai 170 cm di titik paling dalam. Dampaknya warga banyak yang kesulitan dan mulai evakuasi mandiri," kata Yoni.

Meski hujan sudah tidak turun, banjir masih terjadi murni akibat luapan Kali Sunter.

Untuk mempercepat surutnya air, petugas Damkar dikerahkan melakukan penyedotan.

Sebanyak dua unit mobil Damkar dikerahkan pada Jumat ini, dengan fokus penyedotan di Jalan Haji Amsir dan Jalan Nurul Iman.

Selain itu, petugas sumber daya air (SDA) juga telah melakukan penanganan di pintu-pintu air yang berada di wilayah RW 04.

"Kami kerahkan hari ini dua unit. Difokuskan di Jalan Haji Amsir sama di Jalan Nurul Iman, sumber daya air (SDA) dari kemarin sudah turun tangan untuk antisipasi di pintu-pintu air yang sudah ada di RW 4," kata Yoni.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih dilakukan secara mandiri oleh warga. Belum ada evakuasi langsung oleh tim gabungan karena ketinggian air dinilai masih dapat dikondisikan.

Sebelumnya, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan tiga unit mobil penyedot banjir untuk membantu mengurangi air di Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Jaktim).

"Ya, malam ini kita ada di Cipinang Melayu dan kami sudah mengerahkan tiga unit mobil 'quick response' (respon cepat) untuk menyedot air banjir," kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara.

Penyedotan banjir telah dilakukan sejak Kamis (22/1) sore. Sebanyak 15 personel diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan banjir di permukiman warga.

Penyedotan banjir difokuskan pada sejumlah titik di RW 04 Cipinang Melayu, yakni RT 5 dan RT 3.

Selain itu, banjir juga berdampak pada wilayah RW 13 yang lokasinya berimpitan dengan RW 04.