Kudus (ANTARA) - BPBD Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat ratusan warga yang terdampak banjir mulai pulang ke rumahnya masing-masing, seiring surutnya genangan air dan menurunnya curah hujan di wilayah setempat.

"Jika sebelumnya tercatat ada 2.467 jiwa yang harus mengungsi di belasan tempat pengungsian, maka saat ini hanya tersisa 1.579 jiwa, sehingga ratusan pengungsi sudah pulang ke rumahnya karena genangan banjir mulai surut," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Jumat.

Sementara yang masih bertahan di tempat pengungsian, kata dia, saat ini berjumlah 1.579 jiwa yang tersebar di sembilan tempat pengungsian.

Ia mencatat hampir semua daerah yang sebelumnya terdampak banjir di 38 desa yang tersebar di sembilan kecamatan dengan jumlah keluarga 22.503 keluarga atau 70.543 jiwa, kini mulai surut.

Jumlah rumah terdampak yang sebelumnya 10.060 rumah, kini tersisa 2.675 rumah yang tersebar di empat kecamatan.

Bahkan, kata dia, di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan saat ini mulai surut, meskipun beberapa lokasi genangan masih tinggi, sehingga 101 pengungsi di Balai Desa Karangrowo yang seharusnya pulang hari ini (23/1) terpaksa ditunda keesokan harinya sambil menunggu kondisi genangan banjir.

Seiring menurunnya jumlah pengungsi, dapur umum yang sebelumnya beroperasi di 23 lokasi kini tersisa tujuh lokasi. Dapur umum lainnya telah dinonaktifkan karena sebagian besar warga sudah kembali ke rumah.

Meski kondisi berangsur membaik, BPBD Kabupaten Kudus memastikan tetap melakukan pemantauan secara intensif di desa-desa terdampak banjir, termasuk memastikan kesiapsiagaan dapur umum yang masih beroperasi.

"Kami tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih," ujarnya.