Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bhayangkara Presisi Lampung FC akan mengandalkan trio penyerang baru kala melawat ke markas Persita Tangerang.
Laga Persita vs Bhayangkara FC akan digelar di Indomilk Arena Stadium, Tangerang, Sabtu (24/1/2026) sore.
Ini merupakan partai ke-17 bagi kedua tim dalam lanjutan kompetisi Super League 2025-2026.
Bertindak sebagai tuan rumah, tentu saja Pendekar Cisadane lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan.
Meski begitu, Bhayangkara FC tentu tidak mau kalah dengan membidik tiga poin.
Pasalnya, skuad asuhan Paul Munster ini punya senjata baru di lini depan.
The Guardians of Saburai baru saja mendatangkan trio penyerang yang potensial.
Ketiganya adalah Bernard Henry Cedric Doumbia, Moussa Sidibe, dan Privat Mbarga.
Henry Doumbia adalah seorang striker asal Pantai Gading yang resmi bergabung dengan Bhayangkara FC pada bursa transfer paruh musim.
Pemain berusia 33 tahun ini sebelumnya membela klub Malaysia Super League, PDRM FC.
Sebagai penyerang yang memiliki pengalaman di kompetisi Asia Tenggara, Doumbia diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat dengan gaya main fisik di Indonesia.
Sementara itu, Moussa Sidibe merupakan winger asal Mali.
Pemain ini baru didatangkan dari klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT). Sebelumnya pemain 31 tahun ini menjadi andalan Persis Solo selama dua musim (2023-2025).
Terakhir, Bhayangkara FC juga mendatangkan Privat Mbarga dengan status pinjaman dari Dewa United.
Pemain yang biasa beroperasi di sayap kanan ini berasal dari Kamerun, namun sudah memiliki kewarganegaraan Kamboja melalui proses naturalisasi.
Diketahui, para pemain baru Bhayangkara FC ini telah mengikuti sesi latihan bersama tim. Ketiganya diperkirakan akan langsung dimainkan saat Bhayangkara FC melawat ke markas Persita Tangerang sore ini.
Chief Operating Officer Bhayangkara FC Sumardji mengatakan, kedatangan tiga pemain asing baru ini merupakan upaya manajemen memperbaiki performa tim yang dinilai kurang maksimal di putaran pertama.
Menurut dia, prestasi yang belum stabil membuat perombakan skuat menjadi harga mati demi bisa bersaing di papan atas.
Sumardji menyebut, pihaknya tidak ragu untuk memutus kontrak dengan pemain yang dianggap minim kontribusi.
"Kami terus berusaha melakukan berbagai perbaikan tim dan akan bermain jauh lebih baik ke depan," kata Sumardji, Jumat (23/1/2026).
"Kami sudah sampaikan akan mengganti beberapa pemain yang tidak berkontribusi positif kepada tim, dengan pemain-pemain yang berkualitas lainnya," lanjutnya.
Belum cukup sampai di situ, Bhayangkara FC juga berencana memburu pemain baru di sektor pertahanan, yang dinilai menjadi salah satu titik lemah tim selama putaran pertama. Dengan adanya perombakan ini, Sumardji memperkirakan ada lima pemain yang akan dilepas.
Menurut dia, seluruh keputusan teknis ini diambil sebagai bentuk komitmen manajemen untuk memberikan prestasi gemilang bagi masyarakat pecinta sepak bola di Lampung.
Jika menilik papan klasemen sementara, Bhayangkara FC saat ini menduduki posisi sembilan dengan koleksi 22 poin. Hasil dari enam kali menang, empat kali imbang, dan tujuh kali kalah.
Persita berada di posisi yang lebih baik. Tim yang diarsiteki Carlos Pena ini menempati peringkat lima dengan mengemas 31 poin. Pendekar Cisadane sudah membukukan sembilan kali menang, serta masing-masing empat kali imbang dan kalah.
Markas Permanen
Lampung bakal menjadi markas permanen Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hal ini mengakhiri tradisi pindah kandang klub berjuluk The Guardian of Saburai tersebut.
Chief Operating Officer Bhayangkara FC Sumardji mengatakan, keputusan itu diambil setelah manajemen menggelar pertemuan dengan seluruh ketua Askot dan Askab PSSI se-Provinsi Lampung. Sumardji memastikan keputusan ini diambil setelah melalui proses yang panjang.
Manajemen klub milik Polri tersebut menilai Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi basis sepak bola yang kuat di Indonesia.
"Saya berharap kepada masyarakat Lampung bahwa kami sudah melalui pertimbangan-pertimbangan yang cukup matang. Kami berkomitmen keberadaan Bhayangkara selamanya tetap akan di Lampung," tegas Sumardji, Jumat (23/1/2026).
Lebih lanjut, mantan manajer Timnas Indonesia ini meminta masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai untuk memberikan dukungan tulus kepada Bhayangkara FC. Ke depan, ia ingin identitas Lampung menjadi bagian dari jiwa dari klub asuhan Paul Munster ini.
"Apa pun yang terjadi, entah menang atau kalah, kami mohon tetap dukungannya. Jangan dilihat Bhayangkaranya, tapi lihatlah Lampungnya. Karena kami berada di Lampung ini salah satunya juga ingin memberikan hiburan kepada masyarakat sepakbola Lampung," tambahnya.
Komitmen ini disambut baik oleh para pengurus PSSI tingkat daerah di Lampung. Pasalnya, kehadiran klub Liga 1 secara permanen di daerah dapat memacu pembinaan atlet muda lokal secara lebih sistematis.
Sumardji pun menyadari bahwa dukungan masyarakat adalah energi utama bagi sebuah klub profesional. Oleh karena itu, ia mengharapkan kehadiran suporter secara langsung di stadion untuk membakar semangat para pemain.
"Dukungan langsung dari masyarakat sangat kami butuhkan. Kami juga akan berkomitmen memperbaiki diri baik dari manajemen maupun prestasi tim," tutupnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)