TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Harga daging sapi di Kota Metro tidak terdampak aksi mogok yang dilakukan pedagang daging di Jakarta.
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta melakukan mogok berjualan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Johan, pedagang daging sapi di Pasar Induk Kota Metro, mengatakan, harga daging sapi masih stabil.
"Harga daging sapi stabil di Rp 120 ribu-Rp 125 ribu per kilogram. Cuma, memang daging sapinya saat ini yang susah dicari, karena daging yang saya jual kualitas terbaik," katanya kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (23/1/2026).
Dia dan 14 pedagang sapi di kompleks Mega Mall Pasar Induk Kota Metro mendapatkan pasokan daging secara kolektif dari belantik atau pemasok yang ada di Metro, Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.
Menurutnya, meskipun ada kendala dalam pengadaan stok barang, hal itu tidak membuat pedagang menaikkan harga.
"Di Metro tidak terpengaruh, tidak ada ikatan atau pengaruh ini dan itu. Alhamdulillah aman tenteram," kata dia.
Johan memprediksi, kenaikan harga daging akan terjadi tujuh hari menjelang Idul Fitri 2026.
Menurutnya, kenaikan harga pada momen tersebut biasa terjadi dari tahun ke tahun.
Akan tetapi, Johan dan pedagang daging sapi lainnya tidak khawatir karena stok selalu diusahakan dikirim setiap hari oleh belantik atau distributor.
"Harapannya jual beli daging sapi ini tetap stabil. Kalau ada kenaikan juga tidak terlalu meroket, biar sama-sama jalan," kata dia.
May, warga Metro, mengaku membeli 1 kilogram daging sapi seharga Rp 125 ribu.
Dia membenarkan harga daging sapi di Kota Metro masih normal.
Dia biasa membeli daging sapi untuk acara tertentu saja, seperti arisan, kumpul keluarga, dan lainnya.
Mey berharap harga daging sapi tetap stabil, supaya tidak memberatkan konsumen.
"Kebutuhan daging sapi di keluarga saya hanya untuk acara tertentu saja, salah satunya saat Lebaran untuk bikin rendang," kata dia.
Diketahui, DPD Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Jakarta melakukan mogok berjualan selama tiga hari, yakni Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Ketua DPD APDI DKI Jakarta Wahyu Purnama memastikan aksi mogok berjualan merupakan bentuk protes dan keprihatinan pedagang terhadap kondisi perdagangan daging sapi yang dinilai semakin memberatkan.
Aksi ini akan dilakukan oleh seluruh pedagang daging sapi dan bandar sapi potong di pasar tradisional serta Rumah Potong Hewan (RPH) se-Jabodetabek.
“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu, Rabu (21/1/2026).
Wahyu menjelaskan, aksi tersebut dipicu tidak terealisasinya hasil rapat antara APDI dengan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta instansi terkait pada 5 Januari 2026.
Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga karkas di RPH, sementara daya beli masyarakat justru mengalami penurunan.
“Jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah ternyata tidak terealisasi. Harga sapi dari feedlot tetap tinggi, harga karkas ikut naik, sementara daya beli masyarakat sedang lemah,” kata Wahyu.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)