Jelang PSIS vs Persela: Esteban Vizcarra Siap Lawan Mantan, Jafri Sastra Solidkan Chemistry
January 23, 2026 08:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemain PSIS Semarang Esteban Vizcarra menegaskan kesiapannya melawan mantan timnya, Persela Lamongan, dalam bigmatch di Stadon Jatidiri Semarang, Sabtu (24/1/2026) malam.

Sejumlah pemain masuk radar yang harus diwaspadainya saat diturunkan ke lapangan nanti.

Duel PSIS Semarang kontra Persela Lamongan dalam laga lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-17 akan menjadi partai yang ditunggu-tunggu.

Laga ini akan menjadi adu gengsi dan pembuktian.

Diketahui, salah satu investor Persela hengkang dan mengakuisisi saham mayoritas PSIS Semarang.

Setelahnya, sejumlah pemain penting Persela Lamongan hijrah untuk bergabung dengan Mahesa Jenar.

Selain Esteban Vizcarra, mantan Persela Lamongan di tubuh PSIS adalah kiper Mario Londok, Beto Goncalves, dan beberapa nama lain.

Tensi tinggi juga mulai terasa dalam beberapa hari terakhir lantaran masing-masing pendukung mulai melemparkan psywar di dunia maya. 

Baca juga: Gelandang PSIS Semarang Esteban Vizcarra Minta Timnya Fokus saat Jamu Persela Lamongan

Menjelang pertandingan besok, Vizcarra menyebut ada satu sosok berbahaya di Persela yang diwaspadai.

Pemain yang dimaksud adalah penyerang sayap Jhon Mena.

Sebagai mantan rekan setim, Vizcarra nampaknya paham betul nama yang dia ucapkan itu.

Selain penyelesaian akhir, Jhon Mena tipikal pemain kreatif dalam hal distribusi bola di area pertahanan lawan.

"Jhon Mena, dia pemain bagus, pasti kita siapkan strategi untuk meredamnya," kata mantan pemain Pelita Jaya tersebut, Jumat (23/1/2026).

Vizcarra menilai, Persela Lamongan juga memiliki keunggulan dalam hal kekompakan tim. 

Tidak banyak perubahan skuad yang dilakukan pada bursa transfer paruh musim membuat skema permainan mereka sudah matang.

"Soal tim Persela saat ini, di sana masih banyak pemain yang stay."

"Makanya, mereka saya kira sudah pakem dengan skema permainan mereka," jelasnya.

Selain mewaspadai Jhon Mena, Vizcarra juga menyebut sosok Luan Nascimento yang wajib diwaspadai.

Luan, musim ini, didatangkan PSIS namun evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen baru membuatnya harus tersingkir. 

Ia kemudian bergabung ke Persela. 

Bahkan, jika sudah bisa dimainkan, Luan akan menjalani debut untuk Laskar Joko Tingkir melawan mantan klubnya sendiri.

"Mereka adalah tim yang sudah lama bersama-sama, ditambah Luan yang pasti akan menambah kekuatan mereka. Pasti mereka lebih kuat," kata Vizcarra.

Siap Tempur

PSIS saat ini dalam masa kritis karena kalah dalam dua laga beruntun.

Bahkan, ambisi untuk menyapu bersih tiga laga kandang secara beruntun di akhir putaran kedua ini harus pupus setelah Mahesa Jenar dikalahkan Deltras FC di pekan sebelumnya.

Tentu, PSIS tidak mau kembali menyerah di tangan klub Jawa Timur lain.

Adapun pada pertemuan pertama di Stadion Surajaya Lamongan, kedua tim berbagi angka dengan skor akhir kala itu, 1-1.

Nama-nama baru yang sudah direkrut sejauh ini, menjadi senjata baru PSIS untuk memberikan kemenangan bagi tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang tersebut.

Di lini depan, selain Rafinha yang dikenal sebagai bomber haus gol, ada sosok Beto Goncalves yang dikenal sudah kenyang pengalaman. 

Di usia 45 tahun, Beto masih dapat di andalkan di area kotak penalti lawan.

Baca juga: Pemain PSMS Medan M Hidayat Jadi Amunisi Baru PSIS Semarang

Pelatih PSIS, Jafri Sastra mengatakan, timnya sudah siap tempur demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri. 

Ia meyakini, timnya bisa tampil lebih baik dari laga sebelumnya.

Untuk lepas dari zona degradasi, tim Mahesa Jenar memang masih membutuhkan poin demi poin di sisa putaran kedua ini, serta putaran ketiga nanti.

Saat ini, PSIS masih berada di urutan sembilan klasemen sementara Grup Timur.

"Anak-anak sudah dalam kondisi siap dan kami optimis, dengan perjuangan keras kami bisa meraih poin penuh di kandang sendiri besok."

"Kemudian, mengenai tim lawan, tentunya kami juga respect ke mereka."

"Persela adalah tim besar dan tim yang solid," kata Jafri Sastra, Jumat.

Salah satu yang menjadi evaluasi Jafri Sastra selama sepekan terakhir adalah membenahi chemistry antar pemain yang menjadi kendala utama tim saat dikalahkan Deltras FC.

Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat, itu juga berupaya membenahi mentalitas para pemain.

"Seminggu ini kita bangun aspek mentaliti komunikasinya."

"Aspek semua penting agar saat pertandingan nanti berbagai kesalahan kemarin tidak terjadi lagi," sambungnya.

Asah Finishing

Di sisi lain, Jafri Sastra juga membenahi penyelesaian akhir dengan simulasi gim. 

Hal ini dilakukan karena pada pertandingan lawan Deltras, PSIS Semarang cukup buntu kendati sudah menciptakan banyak peluang.

"Kami mengasah finishing kerja sama dalam aspek penyelesaian akhir."

"Kemudian, juga kita ada gim simulasi internal karena ada beberapa pemain yang baru, yang harus segera disiapkan," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.