Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Akses menuju Masjid Raya Ciromed kini semakin ramah bagi jamaah. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meresmikan penggunaan lift dan jembatan penyeberangan yang langsung terhubung ke pintu masuk masjid, Jumat (23/1/2026).
Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk memudahkan umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah di Masjid Raya Ciromed, yang berlokasi di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Lift membawa jamaah dari area bawah menuju jembatan penghubung, tanpa harus lagi menapaki jalur menanjak menuju area utama masjid. Sekeluar lift, jemaah berjalan menyebrangi jembatan yang teduh menuju pintu masjid.
“Saya bersyukur bisa meresmikan penggunaan lift dan jembatan Masjid Raya Ciromed. Sekarang sudah bisa dipakai, tidak ada lagi ‘alasan’ nanjak. Jamaah dimanjakan dengan lift dan jembatan yang langsung menuju masjid,” ujar Bupati Dony Ahmad Munir usai peresmian.
Bupati menegaskan, fasilitas ini menjadi yang pertama di Sumedang, karena menghadirkan lift tepat di akses masuk masjid.
Ia pun mengapresiasi peran Keluarga Besar Al-Ma’soem, selaku pewakaf dan pihak yang merintis pembangunan masjid tersebut.
“Terima kasih kepada keluarga besar Al-Ma’soem yang telah merintis, meneruskan, dan mewujudkan harapan jamaah. Ini bukan sekadar fasilitas, tapi amal saleh dan amal jariah. Pahalanya akan terus mengalir, bahkan bagi yang telah wafat,” katanya.
Masjid Raya Ciromed sendiri merupakan masjid wakaf yang dibangun oleh keluarga Al-Ma’soem, keluarga pendiri sekaligus pengelola Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem.
Lift dan jembatan ini menjadi bagian dari komitmen keluarga dalam memakmurkan masjid.
Ketua Yayasan Al-Ma’soem, Ceppy Nasahi Ma'soem, mengungkapkan, gagasan penyediaan fasilitas bantu sebenarnya telah direncanakan sejak awal pembangunan masjid.
Namun, pelaksanaannya sempat tertunda karena orang tua mereka wafat sebelum proyek tersebut rampung.
“Prinsip kami sederhana, bagaimana caranya orang mau ke masjid itu mudah. Fasilitas ini untuk memakmurkan masjid. Harapannya, jamaah semakin banyak, apalagi saat Ramadan nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga hanya menyediakan sarana dan prasarana, sementara pengelolaan kegiatan keagamaan sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Dengan diresmikannya lift dan jembatan tersebut, Masjid Raya Ciromed diharapkan tidak hanya menjadi ikon ibadah, tetapi juga contoh nyata kolaborasi wakaf, kepedulian sosial, dan aksesibilitas rumah ibadah di Kabupaten Sumedang.