TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hujan telah turun selama tiga hari berturut-turut di sejumlah daerah di Jawa Barat. BMKG memprakirakan kondisi ini berpotensi terjadi sampai akhir pekan ini.
Bukan sekadar membawa udara dingin, cuaca hujan juga menghidupkan kembali kebiasaan lama, menikmati camilan dan minuman hangat.
Dari dapur rumah hingga warung kecil di pinggir jalan, camilan dan minuman ini biasanya tersedia. Dengan demikian, camilan dan minuman ini mudah didapat di pinggiran jalan atau dibuat sendiri di rumah.
Berikut ini sepuluh pilihan kudapan dan minuman khas Sunda yang paling pas disantap saat hujan:
1. Bandrek
Bandrek mudah ditemukan di warung tradisional atau dibuat sendiri di rumah dengan jahe, gula aren, dan rempah seperti kayu manis serta cengkih.
Minuman ini dikenal mampu menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membantu mencegah masuk angin, terutama saat hujan turun seharian.
2. Bajigur
Bajigur terbuat dari santan, gula aren, dan jahe. Minuman ini kerap dijajakan sore hari.
Kandungan santan pada bajigur memberikan energi tambahan, sementara jahe membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil di udara dingin.
3. Kopi Tubruk
Kopi hitam tubruk dapat dinikmati di warung kopi kampung atau diseduh sendiri di rumah.
Selain menghangatkan, kafein dalam kopi membantu menjaga fokus dan mengusir rasa kantuk yang sering muncul saat cuaca mendung.
4. Teh Panas Gula Batu
Teh panas diseduh dengan gula batu atau gula aren cair. Minuman ini sederhana namun tetap jadi favorit.
Teh hangat membantu melegakan tenggorokan, memberi efek relaksasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi di cuaca lembap.
5. Surabi Oncom
Bukan singkatan dari "Suara Rakyat Bingung". Ini adalah camilan khas Sumedang dan Sunda pada umumnya, Surabi.
Surabi oncom dibuat dari adonan tepung beras yang dipanggang dan diberi topping oncom berbumbu. Bisa ditemukan di penjual surabi tradisional.
Camilan ini mengenyangkan dan memberikan energi cepat, cocok disantap saat hujan membuat tubuh cepat lapar.
6. Colenak
Colenak atau Peuyeum Bakar Saus Kinca dibuat dari tape singkong (peuyeum) yang dibakar lalu disiram kinca gula aren.
Fermentasi tape membantu pencernaan, sementara sajian hangatnya membuat perut lebih nyaman saat udara dingin.
Kalau melintas ke Jalan Cadas Pangeran, banyak sekali pedagang ubi Cilembu yang sekaligus menjajakan peuyeum gantung.
7. Ubi Rebus
Ubi rebus mudah dibuat di rumah dan kerap jadi camilan sore saat hujan. Ubi rebus ini bisa berbahan ubi dari Cilembu.
Tapi umumnya, kalau di Sumedang, ubi Cilembu disajikan dengan cara dipanggang.
Kandungan karbohidrat kompleksnya membantu menjaga stamina dan memberi rasa kenyang lebih lama, sekaligus menghangatkan perut.
8. Pisang Kukus
Pisang kukus sering disajikan sederhana tanpa tambahan apa pun.
Buah ini baik untuk pencernaan dan menjaga energi tubuh, terutama saat aktivitas berkurang karena hujan.
9. Tahu Sumedang Panas
Tahu Sumedang paling nikmat disantap selagi panas, dengan cabai rawit atau sambal kecap.
Sejak zaman Ong Bungkeng, tokoh legendaris perintis Tahu Sumedang, yaitu seorang imigran Tionghoa yang memulai usaha tahu sejak tahun 1917 di Sumedang, Tahu Sumedang semakin tersohor sebagai camilan yang enak.
Protein nabati dalam tahu membantu menjaga daya tahan tubuh, sementara sajian panasnya membuat badan lebih hangat.
10. Wedang Jahe Murni
Wedang jahe bisa dibuat sendiri hanya dengan jahe geprek dan gula aren. Minuman ini efektif untuk menghangatkan tubuh, meredakan perut kembung, serta membantu mencegah masuk angin saat hujan berkepanjangan.