10 Camilan dan Minuman Hangat Khas Sunda yang Cocok Dinikmati Saat Hujan
January 23, 2026 08:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hujan telah turun selama tiga hari berturut-turut di sejumlah daerah di Jawa Barat. BMKG memprakirakan kondisi ini berpotensi terjadi sampai akhir pekan ini.

Bukan sekadar membawa udara dingin, cuaca hujan juga menghidupkan kembali kebiasaan lama, menikmati camilan dan minuman hangat. 

Dari dapur rumah hingga warung kecil di pinggir jalan, camilan dan minuman ini biasanya tersedia. Dengan demikian, camilan dan minuman ini mudah didapat di pinggiran jalan atau dibuat sendiri di rumah. 

Berikut ini sepuluh pilihan kudapan dan minuman khas Sunda yang paling pas disantap saat hujan:

Bandrek spesial Ibu Jawa di Palabuhan Ratu, Sukabumi
Bandrek spesial Ibu Jawa di Palabuhan Ratu, Sukabumi (Tribun Jabar / M Rizal Jalaludin)

1. Bandrek

Bandrek mudah ditemukan di warung tradisional atau dibuat sendiri di rumah dengan jahe, gula aren, dan rempah seperti kayu manis serta cengkih.

Minuman ini dikenal mampu menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membantu mencegah masuk angin, terutama saat hujan turun seharian.

2. Bajigur

Bajigur terbuat dari santan, gula aren, dan jahe. Minuman ini kerap dijajakan sore hari.

Kandungan santan pada bajigur memberikan energi tambahan, sementara jahe membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil di udara dingin.

Brewing Kopi Tubruk dengan Natural Process di Kafe Florist, With Barista Kafe Florist, Apep Florist
Brewing Kopi Tubruk dengan Natural Process di Kafe Florist, With Barista Kafe Florist, Apep Florist (Tribun Jabar)

3. Kopi Tubruk

Kopi hitam tubruk dapat dinikmati di warung kopi kampung atau diseduh sendiri di rumah.

Selain menghangatkan, kafein dalam kopi membantu menjaga fokus dan mengusir rasa kantuk yang sering muncul saat cuaca mendung.

4. Teh Panas Gula Batu

Teh panas diseduh dengan gula batu atau gula aren cair. Minuman ini sederhana namun tetap jadi favorit.

Teh hangat membantu melegakan tenggorokan, memberi efek relaksasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi di cuaca lembap.

Surabi Asmara di Soreang
Surabi Asmara di Soreang.

5. Surabi Oncom

Bukan singkatan dari "Suara Rakyat Bingung". Ini adalah camilan khas Sumedang dan Sunda pada umumnya, Surabi.

Surabi oncom dibuat dari adonan tepung beras yang dipanggang dan diberi topping oncom berbumbu. Bisa ditemukan di penjual surabi tradisional.

Camilan ini mengenyangkan dan memberikan energi cepat, cocok disantap saat hujan membuat tubuh cepat lapar.

6. Colenak 

Colenak atau Peuyeum Bakar Saus Kinca dibuat dari tape singkong (peuyeum) yang dibakar lalu disiram kinca gula aren.

Fermentasi tape membantu pencernaan, sementara sajian hangatnya membuat perut lebih nyaman saat udara dingin.

Kalau melintas ke Jalan Cadas Pangeran, banyak sekali pedagang ubi Cilembu yang sekaligus menjajakan peuyeum gantung. 

UBI CILEMBU - Adang Sujayadi (52), koordinator pedagang ubi cilembu di kawasan Cadas Pangeran, Sumedang, saat ditemui TribunJabar.id, di lapaknya, Sabtu (29/3/2025) sore. Pedagang merasakan imbas dibukanya Tol Cisumdawu sehingga pembeli sepi.
UBI CILEMBU - Adang Sujayadi (52), koordinator pedagang ubi cilembu di kawasan Cadas Pangeran, Sumedang, saat ditemui TribunJabar.id, di lapaknya, Sabtu (29/3/2025) sore. Pedagang merasakan imbas dibukanya Tol Cisumdawu sehingga pembeli sepi. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

7. Ubi Rebus 

Ubi rebus mudah dibuat di rumah dan kerap jadi camilan sore saat hujan. Ubi rebus ini bisa berbahan ubi dari Cilembu.

Tapi umumnya, kalau di Sumedang, ubi Cilembu disajikan dengan cara dipanggang. 

Kandungan karbohidrat kompleksnya membantu menjaga stamina dan memberi rasa kenyang lebih lama, sekaligus menghangatkan perut.

8. Pisang Kukus 

Pisang kukus sering disajikan sederhana tanpa tambahan apa pun.
Buah ini baik untuk pencernaan dan menjaga energi tubuh, terutama saat aktivitas berkurang karena hujan.

Suasana lomba memakan Tahu Sumedang, di Kantor Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang, Selasa (16/8/2022).
Suasana lomba memakan Tahu Sumedang, di Kantor Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang, Selasa (16/8/2022). (TRIBUNJABAR/Kiki Andriana)

9. Tahu Sumedang Panas

Tahu Sumedang paling nikmat disantap selagi panas, dengan cabai rawit atau sambal kecap.

Sejak zaman Ong Bungkeng, tokoh legendaris perintis Tahu Sumedang, yaitu seorang imigran Tionghoa yang memulai usaha tahu sejak tahun 1917 di Sumedang, Tahu Sumedang semakin tersohor sebagai camilan yang enak. 

Protein nabati dalam tahu membantu menjaga daya tahan tubuh, sementara sajian panasnya membuat badan lebih hangat.

10. Wedang Jahe Murni

Wedang jahe bisa dibuat sendiri hanya dengan jahe geprek dan gula aren. Minuman ini efektif untuk menghangatkan tubuh, meredakan perut kembung, serta membantu mencegah masuk angin saat hujan berkepanjangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.