Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Cuaca di Kota Cirebon belum sepenuhnya bersahabat.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih rutin turun, kerap disertai angin kencang, membawa potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Dalam kondisi cuaca yang masih labil itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon menetapkan status siaga cuaca ekstrem hingga April 2026.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir, Warga Karawang Bisa Hubungi Call Center Polri, Polisi Langsung ke TKP
Penetapan status siaga tersebut menjadi langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai, mulai dari banjir hingga cuaca ekstrem lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengatakan, status siaga diberlakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur, baik pemerintah, relawan, maupun masyarakat.
“Penetapan status siaga ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang masih dinamis,” ujar Andi saat diwawancarai media, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, status siaga cuaca ekstrem tersebut berlaku hingga April 2026 sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Status siaga ini berlaku sampai April 2026 dan mengacu pada Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025 tentang Siaga Darurat Bencana,” ucapnya.
Dalam keputusan tersebut, kata Andi, status siaga mencakup berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, hingga tanah longsor.
“Status ini sudah diberlakukan sejak 1 Oktober 2025 dan akan berlangsung sampai 30 April 2026 untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat,” jelas dia.
Menurut Andi, intensitas hujan pada awal Januari 2026 terpantau cukup tinggi dan sempat menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah titik di Kota Cirebon.
Hingga pertengahan Januari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih cukup besar.
“Kami mencatat awal Januari kemarin intensitas hujan cukup tinggi dan sempat menimbulkan genangan bahkan banjir di beberapa lokasi,” katanya.
Baca juga: Sumedang Diguyur Hujan 3 Hari Berturut-turut, BMKG Prediksi Cuaca Basah Berlanjut hingga Akhir Pekan
Karena itu, BPBD Kota Cirebon terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama belum ada pembaruan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“BPBD secara berkala menyampaikan peringatan dini cuaca dan kebencanaan melalui berbagai kanal informasi. Kami juga melibatkan tim tangguh bencana di tingkat kelurahan agar informasi cepat sampai ke warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada musim hujan kali ini, pola hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan pada jam-jam tersebut perlu lebih ditingkatkan.
“Selain banjir, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan gangguan ringan lainnya,” ucap Andi.
BPBD Kota Cirebon juga mengingatkan warga untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat.
“Pantau terus informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta lakukan upaya pencegahan di lingkungan masing-masing,” jelas dia.
Pada akhir Desember 2025 lalu, Hari Natal yang seharusnya berjalan tenang berubah mencekam ketika Sungai Pacit mendadak meluap, Kamis (25/12/2025) petang.
Air sungai berwarna cokelat pekat mengalir deras, nyaris menyentuh dasar jembatan dan merendam kawasan sekitarnya.
Detik-detik luapan sungai itu terekam kamera amatir warga dan cepat menyebar di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 37 detik, terlihat arus Sungai Pacit mengalir kencang di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, tepatnya di sekitar eks kolam renang Basyifa.
Perekam video bahkan terdengar memberikan peringatan dini kepada warga di wilayah hilir, mengingat hujan di hulu belum sepenuhnya reda.
Tak hanya Kalijaga, kawasan Penyuken juga kembali terendam banjir, persis seperti kejadian dua hari sebelumnya.
Banjir diduga kuat dipicu oleh meluapnya Sungai Pacit yang juga melintasi kawasan tersebut.
Saat itu, BPBD Kota Cirebon langsung mengerahkan personel gabungan untuk menangani banjir di sejumlah titik.
Baca juga: Update Cuaca Bandung Raya Sepekan ke Depan: Potensi Hujan Siang hingga Malam, Simak Penjelasan BMKG
“Kami menyiagakan 45 personel internal yang diperkuat relawan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur TNI dan Polri. Total personel gabungan sekitar 60 orang dan bisa bertambah hingga 150 relawan,” ujar Andi, Kamis (25/12/2025).
Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 hingga 70 sentimeter.
Meski demikian, kondisi berangsur kondusif seiring menurunnya intensitas hujan.
“Banjir sudah berangsur surut dan mudah-mudahan segera normal kembali,” katanya.
Menurut Andi, banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sehingga kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air.
Namun, ia memastikan durasi genangan di Kota Cirebon relatif singkat.
“Durasi genangan sekitar dua sampai tiga jam, maksimal tiga jam,” jelasnya.
Ke depan, BPBD bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung terus melakukan pemantauan dan mendorong koordinasi lintas wilayah, melibatkan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan.
“Kalau daerah aliran sungai kita jaga bersama, minimal dampak banjir bisa kita tekan,” ujarnya.