TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, kecewa usai timnya kalah 0-1 dari Borneo FC pada pekan ke-18 Super League 2025/2026, Jumat (23/1/2026) sore WIB di Stadion Manahan Solo.
Gol tunggal Mariano Peralta di menit 15 membuat Laskar Sambernyawa menelan kekalahan perdana di putaran kedua.
Setelah pertandingan, pelatih yang akrab disapa Milo itu menilai sejatinya timnya tampil lebih dominan, tapi kesalahan fatal berujung kebobolan di babak pertama.
“Ini cukup menyedihkan, mereka tidak banyak peluang dan kita lebih dominan,” ujar Milo pada sesi konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Manahan Solo.
“Kita melakukan kesalahan dengan bermain tidak cukup baik pada babak pertama,” tegasnya.
Kemudian, pelatih asal Bosnia itu juga menyoroti soal Persis Solo yang masih membutuhkan adaptasi di putaran kedua ini.
Apalagi Persis mendatangkan beberapa pemain anyar dan langsung dihadapkan dengan jadwal padat Super League.
Di laga melawan Borneo ini saja, Persis langsung menurunkan empat pemain barunya di dalam starting eleven.
Dengan rincian Vukasin Vranes, Dusan Mijic, dan Miroslav Maricic sebagai penggawa asing anyar, kemudian Alfriyanto Nico sebagai pemain lokal barunya.
Selain itu, Persis juga menurunkan beberapa pemain muda seperti Zanadin Fariz dan Althaf Indie.
Komposisi tersebut dianggap pelatih Milo masih perlu adaptasi dan berjuang lebih keras lagi demi meraih hasil maksimal.
“Pemain muda dan dua pemain lokal baru masih perlu adaptasi, pemain asing baru kita perlu lebih banyak belajar dan lebih bekerja keras lagi,” kata Milo.
Ia menekankan kolaborasi pemain muda-berpengalaman, dengan fisik tim yang kuat tapi serangan perlu perbaikan.
“Pemain muda naik turun dan kita harus sabar, mereka memiliki potensi. Kita harus banyak belajar dengan mengkolaborasi pemain muda dengan pemain berpengalaman,” tandasnya.
Baca juga: Update Hasil Super League: Persis Solo Bantu Borneo FC Kudeta Persib dari Pucuk Klasemen
Sementara itu, penyerang Persis Solo Kodai Tanaka juga mengaku bahwa pertandingan melawan Borneo FC ini merupakan laga sulit untuknya.
Ia mengaku sempat ingin bangkit namun gol tak kunjung datang untuk timnya.
“Ini laga yang sangat sulit,” ujar Kodai Tanaka.
“Kita tadi berusaha bangkit berulang kali untuk mencetak gol tapi tak berhasil membalikkan keadaan.”
“Dan yang pasti, kami sangat kecewa dengan kekalahan ini,” tutupnya.
Pada laga ini Persis Solo memang cukup mendominasi permainan saat melawan Borneo FC.
Sebuah statistik dari laman iLeague menunjukkan bahwa Persis unggul dalam jumlah menciptakan peluang, total 15 tendangan ke arah gawang lawan sementara Borneo hanya 10 kali.
Namun serangan-serangan Persis tersebut tak mampu membobol gawang Borneo FC di laga ini.
Atas kekalahan ini membuat Persis gagal melanjutkan tren positif setelah sempat menang di laga pamungkas putaran pertama kontra Semen Padang beberapa waktu lalu.
Kini Persis masih terjebak di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-16 klasemen Super League dengan 10 poin. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu berselisih enam angka dari PSBS Biak yang berada di zona nyaman.
Sementara bagi Borneo FC, hasil ini membuat Nadeo Argawinata dkk melesat ke puncak klasemen dengan raihan 40 poin.
Namun posisi Borneo FC belum aman, pasalnya Persib Bandung yang hanya berselisih dua poin belum memainkan laga pekan ke-18 Super League.
Persib Bandung sendiri baru akan menjamu PSBS Biak pada Minggu (25/1/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Jika Persib mampu meraih tiga poin kontra PSBS, akan membuat Thom Haye dkk kembali ke puncak klasemen.


















(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)