PROHABA.CO, ACEH TIMUR - Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Aceh Timur.
Kebakaran hebat tersebut melanda kawasan perdagangan di Dusun Pajak, Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, pada Kamis (22/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan mengagetkan warga, terutama karena berlangsung pada jam-jam sibuk aktivitas jual beli.
Api mulai terlihat sekitar pukul 11.10 WIB dan dengan cepat membesar, melalap deretan rumah toko (ruko) yang sebagian besar berkontruksi kayu.
Sedikitnya 13 unit ruko dilaporkan hangus terbakar dalam waktu singkat.
Bangunan yang berdempetan dan material kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Camat Peunaron, H. Muhammad H. Ishak, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Percikan api pertama kali muncul dari salah satu kios penjual sayuran dan buah-buahan.
“Karena bangunan rata-rata berbahan kayu, api dengan sangat cepat membesar dan menjalar ke ruko di sekitarnya hingga menghanguskan belasan unit,” ujarnya.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Kerja Cepat Kak Na Pascabencana Aceh
Baca juga: Rumah Petani di Lhokseumawe Ludes Terbakar, Diduga Akibat Konsleting Listrik
Sekitar satu jam setelah kejadian, tiga unit armada pemadam kebakaran dari Pos Ranto Peureulak tiba di lokasi.
Personel pemadam kebakaran dibantu unsur TNI, Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat bekerja sama memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan permukiman warga.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api dan keterbatasan sumber air di lokasi.
Setelah hampir tiga jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.00 WIB.
Meski kebakaran tergolong besar dan menimbulkan kerugian yang signifikan, pihak kecamatan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta,” kata Camat Peunaron.
Adapun ruko yang terbakar adalah milik M Ikhsan (toko bangunan), M Fadhil (toko ATK), Hasbi dan Rahmad (toko sayuran dan buah), M Yusuf dan Anwar (bengkel sepeda motor), Kamsani (toko buah), Lisa (kios es buah/es campur), Bustami (toko pakaian), Miyah dan Khaidir (kios sembako), Sapni (warung kopi/sarapan pagi dan mie Aceh), serta Zulkarnain (toko pupuk dan tabung gas).
Garis polisi juga telah dipasang di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
(SerambiNews/Maulidi Alfata)
Baca juga: Tiga Rumah Permanen di Neusu Jaya Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Baca juga: Dua Rumah di Aceh Barat Terbakar dalam Waktu Berbeda, Kerugian Capai Puluhan Juta
Baca juga: Aceh Tengah Tuntaskan BNBA Bantuan Stimulan Rumah dan Jadi yang Pertama di Provinisi Aceh