Tribunlampung.co.id - Wanita lansia bernama Christina (80) yang hilang bersama mobilnya pada Rabu 14 Januari 2026 sekitar pukul 16.15 WIB.
Sat itu korban sedang pergi berobat ke RS Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan.
Belakangan terungkap jika Christina jadi korban perampokan dan penculikan.
Hingga kini, polisi telah menangkap tiga terduga pelaku.
Melansir Tribun Sumsel, pelaku utama dalam kasus ini adalah pria berinisial YS yang telah diamankan di Polda Jatim dan sedang dalam penjemputan untuk dibawa ke Palembang.
Sedangkan dua pria lagi berinisal JI dan SW ditangkap Subdit III Jatanras Polda Sumsel di masing-masing tempat berbeda di Kota Palembang.
Diketahui, korban adalah seorang pensiunan guru dan memiliki usaha kosan di Kota Palembang yang dilaporkan hilang sejak Rabu 14 Januari 2026 sekitar pukul 16.15 WIB.
Saat itu korban mengabarkan ke cucunya telah mengambil nomor antrean untuk berobat di RS Bhayangkara dan berniat pulang terlebih dahulu, namun nyatanya tak kunjung kembali hingga keluarga membuat laporan polisi.
Kabar terbarunya, anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel telah mengamankan dua orang pria JI dan SW yang membantu tersangka utama, baik yang menjemput maupun yang hanya menerima uang dan barang hasil curian.
Sedangkan tersangka utamanya YS telah diamankan di Polda Jatim dan sedang dalam penjemputan.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya membenarkan penangkapan tersebut.
Adapun pelaku yang diamankan yakni JI dan SW, keduanya memiliki peran berbeda.
"Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan atas laporan polisi tersebut dan dari keterangan saksi-saksi serta bukti-bukti. Jatanras Polda Sumsel mengamankan JI di rumahnya di Jalan Pangeran Ayin, Talang Kelapa, Banyuasin," ujar Nandang saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
Selain JI polisi juga mengamankan SW yang kini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel.
Keduanya memiliki peran berbeda, SW menjemput tersangka utama dan membantu menjual mobil korban sedangkan JI menerima handphone milik korban yang diserahkan YS (tersangka utama).
Dalam pengakuan JI kepada penyidik, pada tanggal 14 Januari 2026 sekitar pukul 11:00 WIB, YS (tersangka utam) datang ke rumahnya dengan mengendarai sebuah mobil Mitsubishi Mirage BG 1646 RI (milik korban hilang).
Sekitar 30 menit kemudian, YS pamit dari rumah JI dan memberikan handphone korban serta memerintahkan JI untuk merestart ulang handphone tersebut.
Selain itu YS juga memberikan uang Rp 4,2 juta kepada JI yang diberikan secara bertahap.
Saat ini Polda Sumsel tengah menjemput YS si pelaku utama yang diamankan saat berada di wilayah Tulung Agung, Jawa Timur.
"Sudah koordinasi dengan Polres Tulung Agung untuk mengamankan pelaku dan saat ini pelaku YS saat ini sudah diamankan oleh Sat Reskrim Polres Tulung Agung dan saat ini personel Jatanras Polda Sumsel sedang dalam perjalanan melakukan penjemputan," tutupnya.
Untuk saat ini polisi juga masih mencari keberadaan tubuh korban.
Dari penangkapan itu barang bukti yang diamankan, diantaranya rekaman CCTV, satu unit handphone milik korban, payung milik korban, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, kendaraan milik korban dan uang tunai Rp 53 juta.
Informasi yang dihimpun, warga Jalan Tribara Km 3,5 Palembang, terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Rabu pagi sekitar pukul 04.47 WIB.
Saat itu, ia mengabarkan telah mengambil nomor antrean untuk berobat di RS Bhayangkara dan berniat pulang terlebih dahulu.
“Terakhir WA sama cucu ponakan, Rabu pagi jam 04.47 WIB, menginformasikan kalau habis ambil nomor antre di RS Bhayangkara, terus katanya mau pulang dulu,” tulis pesan WhatsApp yang beredar di grup keluarga.
Namun, hingga pagi hari, Christina tak kunjung kembali ke rumah.
Sekitar pukul 07.00 WIB, cucu ponakannya baru sempat membalas pesan tersebut.
Lalu, pada pukul 09.53 WIB, kembali muncul pesan yang menyebutkan bahwa di rumah akan ada yang mengantar nasi kuning.
“Pas diantar jam 10.00 pagi, di rumah korban tidak ada orang. Ditelepon tidak diangkat, di WA tidak dibalas. Posisi rumah kosong dan mobilnya juga tidak ada,” tulis pesan lanjutan yang beredar.
Merasa cemas, keluarga berupaya mencari Christina ke rumah teman dan kerabat.
Namun hasilnya nihil.
Pada malam harinya, keluarga melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian dengan membuat laporan orang hilang.
Menurut Rinto, cucu korban, pihak kepolisian sempat melakukan pelacakan sinyal ponsel.
Hasilnya, titik terakhir keberadaan korban terdeteksi berada di sekitar Talang Buluh, Kenten Laut.
“Namun ketika kami mendatangi lokasi tersebut, korban masih belum ditemukan,” ujar Rinto.
Baca juga: Polisi Temukan Obat dan Surat Rawat Jalan di Apartemen Lula Lahfah