BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Prestasi membanggakan ditorehkan oleh siswa
SMPN 1 Banjarmasin. Tim CasCus Bio Enzyme berhasil meraih Gold Medal dalam ajang bergengsi Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026 yang diselenggarakan di IPB Bogor.
Kompetisi ini diikuti oleh 143 tim dari 9 negara, menjadikannya salah satu ajang inovasi internasional terbesar.
Tim CasCus Bio Enzyme terdiri dari empat siswa berbakat, Sanaz Aisya Janeeta (VIII-C) sebagai
ketua tim, Ahmad Dhafin Ramadanish (VIII-F), Intan Permata Hati (VIII-C), dan Ahmad Dhawy Adrian (VIII-C8).
Mereka mewakili SMPN 1 Banjarmasin dengan penuh semangat dan kerja sama yang
solid.
Baca juga: SMPN 1 Banjarmasin Menyulap Limbah Jadi Kehidupan, Sampah Bantu Hijaukan Sekolah
Produk yang mengantarkan mereka meraih medali emas adalah Environmentally Friendly Aromatic Detergent berbahan dasar daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dan bunga kenanga (Cananga odorata).
Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengangkat kekayaan alam
lokal Kalimantan Selatan.
Dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di Banjarmasin, tim ini berhasil
menciptakan produk yang aman bagi ekosistem sungai sekaligus memiliki aroma khas daerah.
Kompetisi berlangsung sejak Rabu (14/1) hingga Selasa (20/1/2026). Selama hampir satu pekan, tim CasCus Bio Enzyme harus melewati berbagai tahap penjurian yang ketat.
Mereka dituntut untuk mempresentasikan hasil penelitian dalam bahasa Inggris di hadapan profesor dan doktor dari berbagai universitas.
“Awalnya kita enggak nyangka sih ya soalnya banyak juga kan dari sekolah-sekolah lain. Dari mulai SMP, SMA sampai kuliah, kita awalnya enggak nyangka lah. Tapi Alhamdulillah bisa mendapatkan Gold Medal dan Semi Grand Award,” ungkap Sanaz Aisya Janeeta selaku ketua tim, saat ditemui Kamis sore (22/1/2026).
Produk inovasi ini disebut memiliki manfaat besar. Selain mengurangi sampah organik rumah tangga, deterjen ramah lingkungan tersebut juga aman bagi serat kain tradisional seperti batik dan sasirangan.
Hal ini menjadi nilai tambah karena mampu menjaga warisan budaya sekaligus melestarikan lingkungan.
Waka Kesiswaan SMPN 1 Banjarmasin, Nurul Herliani, sebagai pendamping tim, menegaskan bahwa prestasi ini adalah bukti kesungguhan siswa dalam mengangkat budaya lokal sekaligus menjaga lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa sekolah sangat bersyukur atas pencapaian ini.
Nurul juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta atas karya siswa. Saat ini pihak sekolah tengah mengupayakan pendaftaran HAKI agar inovasi tersebut tidak diduplikasi pihak lain.
Dengan perlindungan hukum, produk ini diharapkan bisa dikembangkan lebih jauh hingga produksi massal.
"Mudah-mudahan kami secepatnya bisa mendapatkan HAKI ini. jadi ini murni dari inovasi anak-anak kita yang mudah-mudahan ke depannya bisa untuk diproduksi secara masal itu tadi,"tutur Nurul Herliani, S.Pd.
Selain aspek lingkungan, inovasi ini juga mengangkat budaya daerah. Pemilihan bunga Kenanga sebagai bahan aromatik bukan hanya karena mudah didapat di Banjarmasin, tetapi juga sebagai identitas khas daerah.
Selain meraih medali emas, pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara menjadi pelajaran berharga.
Mereka belajar banyak dari penelitian orang lain dan mendapatkan masukan luar
biasa untuk mengembangkan penelitian ke depan.
SMPN 1 Banjarmasin sendiri dikenal sebagai sekolah Adiwiyata yang konsisten mengembangkan program ramah lingkungan sejak 2016.
Baca juga: Lewat Pemilahan Sampah, Budaya Bersih Tumbuh di SMPN 1 Banjarmasin
Tradisi ini menjadi fondasi kuat bagi siswa untuk terus berinovasi di bidang lingkungan hidup. Dengan budaya sekolah yang sudah terbentuk, tidak heran jika siswa mampu melahirkan karya yang relevan dengan isu lingkungan global.
“Alhamdulillah kami bersyukur mereka bisa mempersembahkan hasil yang terbaik, dapat medali emas Gold Medals. Padahal pada ajang yang skalanya internasional, Alhamdulillah ini juga diimbangi dengan kegiatan keseharian anak-anak, prestasi akademiknya itu juga tidak mengecewakan,” tutur Ptl. Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Faridal Eddy, M.Pd.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)