TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Reza Arya Pratama dipastikan akan mengawal gawang PSM Makassar kontra Persijap Jepara.
Kiper berusia 24 tahun itu menemani sang pelatih Tomas Trucha saat sesi konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (23/1/2026).
Dalam regulasi, pemain yang mengikuti pre match wajib dimainkan.
PSM Makassar menantang Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026) pukul 20.00 Wita.
Bagi Reza Arya, laga ini menjadi tantangan. Ia harus memutus tren gawang PSM Makassar yang selalu kebobolan.
Enam pertandingan terakhir, gawang tim Juku Eja tak mampu catatkan clean sheet.
Total sepuluh gol bersarang. Jika dirata-ratakan, PSM Makassar dua gol per pertandingan.
Kesucian gawang PSM Makassar ini harus dikembalikan.
Reza Arya dipercaya lagi berdiri di bawah mistar gawang PSM Makassar.
Jika tak kebobolan, paling tidak Laskar Ayam Jantan dari Timur minimal pulang dengan satu poin.
Kalau tak kemasukan dan berhasil cetak gol, kemenangan diraih.
PSM Makassar sekarang di peringkat 12 dengan 19 poin.
Reza Arya berharap, timnya memberikan yang terbaik untuk suporter di laga perdana putaran kedua.
Ia tahu pertandingan takkan berjalan mudah. Persijap punya pemain bagus, tapi ia tak ingin fokus ke lawannya.
“Kita fokus pada tim kita sendiri untuk melakoni putaran kedua supaya lebih baik,” ucapnya.
Legenda PSM Makassar Syamsidar mengatakan, Reza Arya perlu menemukan sentuhan bertandingnya lagi.
Lantaran cukup lama Reza Arya berada di bangku cadangan.
Reza Arya baru merumput lagi setelah 16 pertandingan.
Reza Arya menjadi starter lawan Persijap Jepara pada pekan pertama Super League di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (9/8/2025).
Baru diturunkan lagi dari menit awal ketika PSM Makassar menjamu Bali United pada pekan 17 Super League di Stadion BJ Habibie, Jumat (9/1/2026).
Kini, kiper 30 tahun ini mendapat kepercayaan lagi.
“Reza hilang sentuhan bertandingnya. Kalau mau kembalikan sentuhannya, harus selalu dimainkan,” katanya.
Syamsidar meminta kiper PSM Makassar perbaiki pula komunikasi dengan pemain bertahan.
Sebab, mereka saling mengisi satu sama lain di pertandingan. Ketika kiper maju, bek wajib perlu ke belakang untuk menutupi posisi ditinggalkan.
“Perlu saling menutupi. Makanya, komunikasi wajib diperbaiki,” ucapnya. (*)