Bali United Imbang vs Semen Padang, Johnny Jansen Tampik Karena Strategi, Soroti Mentalitas Pemain
January 24, 2026 08:29 PM

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Bali United harus puas berbagi poin dengan Semen Padang setelah bermain imbang dengan skor mencolok 3-3 dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu 24 Januari 2026. 

Meski sempat melakukan comeback gemilang, pelatih kepala Serdadu Tridatu, Johnny Jansen mengaku tidak puas dengan performa anak asuhnya, terutama di babak pertama.

Bali United mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan. Dalam 30 menit pertama, gawang tuan rumah sudah bobol dua kali. 

Jansen mengkritik penampilan timnya yang dianggap kehilangan gairah bertanding di awal laga.

Baca juga: Drama 6 Gol di Dipta Semen Padang Tahan Imbang Bali United, Dejan Antonic Soroti Keputusan Wasit

"Hasil ini tidak bagus. Kami ingin menang hari ini. Jika Anda melihat pertandingan tadi, kami memulai dengan sangat buruk,”

“30 menit pertama adalah performa yang buruk dari pihak kami," ujar Jansen usai laga.

Dia menegaskan bahwa meski ada perubahan di babak kedua, rasa kecewa tetap menyelimuti tim. 

"Walaupun bisa comeback, kami terlalu gampang memberikan lawan kesempatan set piece seperti corner atau free kick," tuturnya.

Disinggung mengenai keputusan tidak menurunkan striker murni serta memasang Jordi Bruijn di posisi false nine alih-alih memainkan Jens Raven sejak menit awal. 

Baca juga: Ketua Harian PSI Ucapkan Ultah untuk Megawati, PSI Bali Ditarget Bisa Loloskan 1 Kader ke DPR RI

ADU  - Pertandingan Bali United vs Semen Padang di Stadion Dipta pada Sabtu 24 Januari 2026.
ADU  - Pertandingan Bali United vs Semen Padang di Stadion Dipta pada Sabtu 24 Januari 2026. (Tidak Ada)

Baca juga: Wayan Suyasa Janji PSI Bakal Masuk Empat Besar Partai di Bali: Sing Menang Sing Jerih

Namun, Jansen dengan tegas membela keputusannya.

"Itu pendapat Anda. Saya pikir Kadek (Agung) bisa bermain sangat baik sebagai nomor 6,”

“Kami pernah menggunakan strategi serupa saat melawan Pohang Steelers dan itu berhasil," tegas Jansen. 

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kekalahan poin penuh ini bukan disebabkan oleh skema pemain, melainkan masalah mentalitas di lapangan. 

"Kami bermain buruk di 30 menit pertama bukan karena strategi, tapi bagaimana cara kami bermain,”

“Apakah kami mau berduel memperebutkan bola? Kami tidak melakukannya. Ini semua tentang mentalitas," cetusnya.

Pertandingan ini sebenarnya menjadi momen spesial bagi striker muda Jens Raven yang berhasil mencatatkan gol pertamanya musim ini. 

Gol tersebut sempat membawa Bali United unggul 3-2 sebelum akhirnya disamakan oleh tim tamu melalui skema bola mati.

Jens Raven mengaku perasaannya bercampur aduk. Kebahagiaan mencetak gol perdananya tertutup oleh kegagalan tim meraih tiga poin di kandang sendiri.

"Awalnya, soal gol saya, saya sangat senang akhirnya bisa mencetak gol pertama. Perasaan yang luar biasa bagi saya pribadi,”

“Tapi kami bermain imbang dan saya ingin menang. Jadi perasaan saya campur aduk,”

“Saya lebih memilih meraih tiga poin hari ini daripada sekadar mencetak gol," ungkap Jens Raven.

Dengan hasil imbang ini, Bali United gagal memaksimalkan status sebagai tuan rumah dan hanya menambah 1 poin menjadi 28 poin terpaku di posisi 8 klasemen sementara. 

Laga yang diwarnai drama enam gol tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3 melalui gol pemain Semen Padang Angelo Meneses menit ke 6 dan Jaime Giraldo menit ke 12. 

Babak kedua Bali United membalikkan kedudukan melalui gol Jens Raven pada menit ke 56, disusul gol Mirza Mustafic pada menit ke 70 dan Thijmen Goppel menit ke 75.

Semen Padang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui pemain pengganti yang melesakkan bola ke gawang Mike Hauptmeijer pada menit ke 79. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.