Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI. COM, GIANYAR – Pertandingan penuh drama tersaji dalam lanjutan pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Bali United melawan Semen Padang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu 24 Januari 2026.
Laga yang diwarnai drama enam gol tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3 melalui gol pemain Semen Padang Angelo Meneses menit ke 6 dan Jaime Giraldo menit ke 12.
Babak kedua Bali United membalikkan kedudukan melalui gol Jens Raven pada menit ke 56, disusul gol Mirza Mustafic pada menit ke 70 dan Thijmen Goppel menit ke 75.
Semen Padang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui pemain pengganti Ripal Wahyudi yang melesakkan bola ke gawang Mike Hauptmeijer pada menit ke 79.
Baca juga: Ketua Harian PSI Ucapkan Ultah untuk Megawati, PSI Bali Ditarget Bisa Loloskan 1 Kader ke DPR RI
Meskipun gagal membawa pulang poin penuh setelah sempat unggul dua gol terlebih dahulu, kubu Semen Padang tetap mensyukuri hasil satu poin di markas lawan.
Namun, pelatih Dejan Antonic memberikan catatan terkait jalannya pertandingan dan kepemimpinan wasit. Ia mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu mencuri poin di Bali.
Dejan menekankan bahwa timnya adalah salah satu tim yang mampu mencetak tiga gol ke gawang Bali United dalam beberapa waktu terakhir tren positif Bali United dimana 6 pertandingan tak terkalahkan dan tak kebobolan
"Yang pertama, kita datang di sini untuk curi poin dan kita curi poin. Kita mulai putaran kedua positif," ujar Dejan usai laga.
Dejan juga menyoroti adanya dua gol Semen Padang yang dianulir oleh wasit. Ia menilai keputusan tersebut sangat merugikan timnya yang menurutnya tampil fantastis secara taktik, terutama di babak pertama.
Baca juga: Wayan Suyasa Janji PSI Bakal Masuk Empat Besar Partai di Bali: Sing Menang Sing Jerih
Dejan menjelaskan bahwa perubahan permainan di babak kedua disebabkan oleh badai cedera yang menimpa pemain muda mereka, Firman dan Oroppa.
Kondisi kiper utama, Rendy Oscario, yang sakit memaksa Dejan melakukan pergantian tak terduga yang mengorbankan Kianz Gonzales demi menjaga kuota pemain di lapangan.
"Jangan lupa dua gol yang dianulir dari wasit yang itu. Lucu sedikit, tapi ya oke, ini sepak bola Indonesia," ujarnya
Sementara itu, Pemain nomor punggung 10 Semen Padang, Kianz Gonzales, menilai pertandingan ini sebagai langkah awal yang baik bagi tim di putaran kedua. Walaupun sempat unggul 2-0 dan berakhir imbang, ia melihat adanya potensi besar dalam skuad Kabau Sirah.
"Saya pikir kita memulai dengan baik, unggul 2-0 dalam permainan. Kemudian, kami kebobolan beberapa gol yang tidak beruntung, namun mampu menyamakan kedudukan di akhir laga," kata Kianz.
Baca juga: Kaesang Pangarep Ceritakan Logo Gajah PSI Lahir di Tabanan Bali: Awalnya Tidak Masuk Pilihan
Ia menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya skuad ini bermain bersama, sehingga performa yang ditunjukkan sudah cukup solid sebagai sebuah tim.
Ia berharap hasil ini menjadi modal berharga untuk pertandingan selanjutnya melawan Makassar.
Pasca-pertandingan ini, Semen Padang akan tetap bertahan di Bali untuk menjalani proses pemulihan. Tim dijadwalkan akan langsung bertolak ke Makassar untuk melakoni laga selanjutnya pada tanggal 2 Februari 2026.
Seluruh pemain yang cedera diharapkan dapat segera pulih dan siap tempur demi mengamankan posisi Semen Padang di klasemen. (*)