TRIBUNNEWS.COM - Michael Carrick, pelatih interim Man United mengincar hasil sempurna saat bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026).
The Red Devils, julukan Man United siap mengganggu Arsenal dalam perjalanan meraih mimpi gelar juara Liga Inggris.
Berbekal kemenangan 2-0 atas Man City pada pekan sebelumnya, ini akan menjadi kisah menarik dalam catatan Michael Carrick pada periode keduanya sebagai pelatih interim Setan Merah.
Mengapa begitu? Bayangkan saja, Man United seakan kembali ke gaya mereka, yang selama ini sudah jarang terjadi.
Manchester City dibiarkan mendominasi permainan sepanjang laga dan kemudian mereka dihukum dengan serangan balik yang terstruktur dan efisien.
Man United hanya memiliki 31,8 persen penguasaan bola, tapi Bryan Mbeumo dan kolega mencatatkan 11 tembakan, dan tujuh di antaranya tepat sasaran.
Sementara anak asuh Pep Guardiola memiliki tujuh percobaan tembakan secara total.
Harapan gol (xG) yang dihasilkan jauh berbeda, Man United mencapai 2,27 gol yang diharapkan, sedangkan City 0,45.
Anak asuh Michael Carrick bahkan bisa menang dengan skor lebih dari dua gol.
Gol ketiga mereka dianulir karena offside, lalu dua peluang yang mengenai mistar gawang.
Baca juga: Arsenal vs Man United Pekan Ini di Emirates Stadium, Merino Ingin Memberi Kebahagiaan
Donnarumma dipaksa melakukan 5 penyelamatan, dan menjadi penyelamatan terbanyak yang pernah ia lakukan dalam satu pertandingan Man City, menurut statistik Opta.
Rencana permainan Carrick cukup jelas dan khas bagi Man United dengan membiarkan Man City mendominasi penguasaan bola, menahan tekanan, dan berupaya melancarkan serangan balik yang cepat.
Sebelum melawan City kemarin, Man United mencatatkan rata-rata 37,7 persen penguasan bola saat menghadapi tim asuhan Guardiola.
Di bawah asuhan Ole, catatan tersebut berada di angka yang lebih rendah, 36,4 persen namun ia memiliki rasio kemenangan Derbi Manchester yang lebih baik.
Catatan terakhir saat melawan City menjadi yang paling rendah keempat bagi Man United dalam satu pertandingan di Old Trafford sejak musim 2004/2005.
Pada tahun 2024, penguasan bola Man United pernah berada di angka 27,1% saat melawan Man City.
Namun, apa yang dilakukan oleh anak asuh Carrick, meskipun tidak terlihat dominan dalam menguasai bola, mereka bergerak lebih efisien sehingga pertandingan berpihak kepada mereka.
Empat dari tujuh percobaan yang dilesakkan oleh Bruno Fernandes dan kolega berasal dari skema serangan balik yang cepat.
Patrick Dorgu, Amad Diallo, dan Bryan Mbeumo didukung dengan baik oleh Bruno Fernandes yang menjadi kunci kemenangan The Red Devils.
Selain serangan balik, faktor penentu bagi Man United adalah proses transisi bola yang juga mengalir cepat.
Itulah yang akan dipakai Man United dalam prediksi laga tandang ke Emirates nanti.
Untuk diketahui, Arsenal belum menghadapi satu pun tembakan tepat sasaran dalam dua laga terakhir Liga Inggris yang berakhir dengan hasil imbang.
Catatan itu adalah yang kelima bagi Arsenal musim ini dengan tidak memberikan kesempatan lawan melepaskan tembakan sasaran.
"Secara historis, selalu ada sesuatu yang terkait dengan itu," komentar Arteta soal transisi permainan dikutip dari situ resmi klub.
"Dan profil pemain yang selalu mereka miliki dan individu-individu tertentu yang sangat pandang mengaktifkan ruang tersebut."
"Saya tidak tahu statistiknya, tetapi yang pasti, mereka adalah salah satu yang terbaik," pujinya.
Arsenal belum pernah tersentuh kekalahan di Emirates Stadium musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta adalah tim paling solid musim ini hingga pekan 23 Liga Inggris karena baru kebobolan 14 gol.
(Tribunnews.com/Sina)