Denmark Pensiunkan Armada F-16, Ganti Jet Tempur Lebih Canggih, Unit Lama Didonasikan
January 25, 2026 03:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM – Setelah 46 tahun, Angkatan Udara Kerajaan Denmark resmi memensiunkan armada pesawat tempur F-16 pada 18 Januari 2026, mengutip The War Zone.

Jet tempur multiguna tersebut telah digunakan sejak 1980, setelah Denmark membeli total 77 unit.

Upacara perpisahan digelar di Hangar 3 Pangkalan Udara Skrydstrup.

Empat F-16 melakukan penerbangan terakhir di atas wilayah Denmark sebelum mendarat untuk terakhir kalinya.

Para pilot, teknisi, serta personel yang pernah bertugas bersama F-16 turut hadir menyaksikan momen perpisahan tersebut.

Sejarah F-16

Mengutip Slash Gear, pada awal 1970-an, sejumlah analis dan insinyur kedirgantaraan General Dynamics merancang jet tempur ringan dengan konsep berbeda dari tren saat itu.

Kelompok yang dijuluki Lightweight Fighter Mafia ingin menciptakan pesawat yang lebih ringan, lincah, dan mudah dikendalikan dibanding jet tempur generasi sebelumnya.

Hasilnya adalah F-16, pesawat berkecepatan tinggi dengan kemampuan manuver tajam. 

JET TEMPUR RUMANIA - Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Nasional Rumania (Ministerul Apărării Naționale – MApN) memperlihatkan upacara resmi untuk menandai kelengkapan Skuadron Tempur 48 dengan pesawat F-16, 11 Maret 2025. Belanda menyerahkan 18 unit jet tempur F-16 kepada sekutu NATO-nya, Rumania, dengan harga 1 euro atau sekitar Rp19.200 yang bersifat simbolis
JET TEMPUR F-16 - Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Nasional Rumania (Ministerul Apărării Naționale – MApN) memperlihatkan upacara resmi untuk menandai kelengkapan Skuadron Tempur 48 dengan pesawat F-16, 11 Maret 2025. (Kementerian Pertahanan Nasional Rumania (Ministerul Apărării Naționale – MApN))

Seiring waktu, F-16 dikembangkan untuk berbagai misi, mulai dari pertempuran udara, dukungan udara jarak dekat, hingga serangan bom.

Pesawat ini membuktikan kemampuannya dalam sejumlah operasi militer, termasuk Perang Teluk 1991.

Hingga kini, lebih dari 4.500 unit F-16 telah diproduksi dan digunakan di berbagai negara.

Digantikan F-35A

Baca juga: Komandan Rusia: Sistem Pertahanan S-300 Tembak Jatuh F-16 Amerika yang Digunakan Ukraina

Denmark kini mengganti seluruh armada F-16 dengan jet tempur generasi kelima F-35A Lightning II.

F-35 pertama tiba di Denmark pada 2023.

Pada 1 April 2025, F-35 resmi mengambil alih tugas Siaga Reaksi Cepat (Quick Reaction Alert) NATO dari F-16.

Secara total, Kementerian Pertahanan Denmark membeli 43 unit F-35, terdiri dari 27 pesawat yang dipesan pada 2016 dan tambahan 16 unit pada 2025.

Dengan peralihan penuh ini, Denmark menjadi angkatan udara ketiga di dunia, setelah Norwegia (2022) dan Belanda (2024), yang seluruh armada tempurnya terdiri dari pesawat generasi kelima F-35A.

Proses penggantian memakan waktu cukup lama akibat keterlambatan produksi global F-35.

F-35 sendiri memiliki tiga varian yakni F-35A, yang bisa lepas landas dan mendarat konvensional (digunakan Angkatan Udara).

Ada pula F-35B yang lepas landas pendek dan pendaratan vertikal, dan F-35C yang biasanya dioperasikan dari kapal induk.

Ke Mana F-16 Denmark?

Sebagian besar F-16 Denmark akan dialihkan ke negara lain karena masih dalam kondisi layak pakai berkat perawatan dan modernisasi rutin.

Sebanyak 19 unit akan disumbangkan ke Ukraina, sesuai komitmen Denmark pada 2023.

Pesawat pertama telah tiba di Ukraina pada Agustus 2024.

Denmark juga membantu pelatihan pilot serta mendukung biaya pemeliharaan dan operasional.

Angkatan Udara Ukraina menggunakan F-16 untuk mempertahankan wilayah dari drone dan rudal Rusia, serta mendukung serangan presisi udara jarak dekat.

Selain itu, 24 unit F-16 dijual ke Argentina, yang sejak 2015 tidak lagi memiliki jet tempur supersonik setelah memensiunkan Mirage buatan Prancis.

Paket penjualan mencakup pelatihan, suku cadang, dan simulator guna memastikan kesiapan operasional.

Enam pesawat pertama telah dikirim pada Desember, dengan pengiriman lanjutan dijadwalkan bertahap hingga 2028.

Baca juga: Taiwan Hentikan Operasi F-16, Pesawat Tempur dan Pilotnya Menghilang

F-16 Jet Tempur yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

Di antara berbagai jenis jet yang beroperasi saat ini, F-16 Fighting Falcon tercatat sebagai yang paling banyak dipakai di seluruh dunia, mengutip AeroTime.

Pertama kali terbang pada 1974 dan hingga 50 tahun kemudian, F-16 masih digunakan lebih dari 25 angkatan udara di dunia.

Angkatan Udara AS mengoperasikan 708 unit, sementara negara lain seperti Mesir, Yunani, Israel, Taiwan, Turki, dan Korea Selatan masing-masing memiliki lebih dari 100 unit.

Seiring pensiunnya F-16 lama, versi baru yang ditingkatkan terus diproduksi.

Menurut Lockheed Martin, lini produksi F-16 bahkan sempat kewalahan karena tingginya permintaan.

Banyak varian F-16 diproduksi, dengan peningkatan pada mesin, radar, avionik, dan sistem persenjataan, sehingga pesawat yang lahir di era 1970-an ini tetap relevan dan mumpuni hingga kini.

Pesawat F-16 juga telah menjadi salah satu pesawat tempur utama Angkatan Udara Indonesia sejak tahun 1989.

Mengutip situs warpowerindonesia.com, Indonesia memiliki 23 unit aktif jet tempur F-16C/D.

Jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan tipe pesawat tempur lain, setara dengan jumlah pesawat kargo C-130 Hercules.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.