Inikah Penyebab Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia? Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
January 25, 2026 03:46 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Penyebab kematian influencer Lula Lahfah pacar Reza Arap masih misteri, Jumat (23/1/2026). 

Ada dugaan Lula meninggal karena sakit.

Beredar surat kematian Lula mengembuskan napas terakhirnya akibat henti jantung pada Jumat (23/1/2026) pukul 19.20 wib.

Sebab, polisi menemukan sejumlah obat dan surat dokter di apartemen Lula, tempat ia mengembuskan napas terakhir.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menjelaskan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula Lahfah.

"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026). 

Ia menjelaskan, obat-obatan tersebut ditemukan saat dokter pribadinya Lula datang dan mengecek kondisi influencer tersebut. 

"Pukul 19.23 WIB dokter tiba untuk mengecek korban dan ditemukan obat," kata dia. 

Baca juga: Tangis Reza Arap Setia Dampingi Jenazah Lula Lahfah Sang Pacar, Sampaikan Maaf Batal Manggung

Kondisi Lula

Lula ditemukan dalam kondisi telentang di atas tempat tidur, berselimut, dengan pintu kamar terkunci dari dalam. 

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernapas. 

Meski tidak ditemukan tanda kekerasan, polisi memastikan penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. 

"Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ucap dia. 

Diketahui, setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan awal, jenazah korban dievakuasi ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, guna menjalani visum. 

Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dan lokasi kejadian. 

Selain itu polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk asisten rumah tangga dan rekan korban, guna melengkapi proses penyelidikan.

Baca juga: Sosok Lula Lahfah Kekasih Reza Arap Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemen, Meramba Akting Film

Riwayat Sakit

MENINGGAL DUNIA - Sebelum meninggal dunia, selebgram Lula Lahfah sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit,  ia mengidap Infeksi Saluran Kemih (ISK)
MENINGGAL DUNIA - Sebelum meninggal dunia, selebgram Lula Lahfah sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit, ia mengidap Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Instagram/lulalahfah)

Sebelum meninggal dunia, kekasih Reza Arap ini sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit pada awal tahun baru. 

Melalui unggahan di media sosial, Lula Lahfah sempat membagikan kronologi awal dirinya mengalami sakit komplikasi.

Adapun diakui Lula dirinya mengidap Infeksi Saluran Kemih (ISK), usus bengkak radang, hingga asam lambung.

Ia mengaku awalnya merasakan meriang dan pegal di sekujur tubuh, disertai nyeri sendi dan demam tinggi. Awalnya, Lula mengira kondisi tersebut hanya kelelahan biasa.

"“Awalnya meriang dan sebadanku ngilu, sendi-sendi ngilu. Dipegang aja ngilu, terus demam tinggi ternyata. Terus perut aku kram banget, banget, napas aja sakit," tulis Lula Lahfah pada unggahan Instastorynya beberapa waktu lalu, dikutip dari Instagram @rumpi_gosip.

Namun, kondisi kesehatannya terus memburuk.

Baca juga: Riwayat Penyakit Lula Lahfah Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemen, Sempat Didiagnosa ISK

Lula menyebut mengalami kram perut hebat hingga kesulitan bernapas, sehingga akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. 

Lula kemudian didiagnosis mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Hal tersebut lantaran kebiasaan menahan buang air kecil.

"Akhirnya pas ke RS dicek, aku infeksi bakteri. Terus pas ditelusuri, bakterinya dari urine, jadi aku ISK. Aku emang punya riwayat ISK, dan aku suka nahan buang air kecil," bebernya.

Namun, ia mengaku heran karena tidak merasakan gejala khas ISK seperti anyang-anyangan.

“Aku emang punya riwayat ISK dan sering nahan buang air kecil. Tapi aku bingung, aku nggak ada gejala anyang-anyangan sama sekali, kok bisa ISK?” katanya.

Lula menduga kondisi tersebut dipicu oleh kurangnya konsumsi air putih serta kebiasaan menahan buang air kecil. 

“Ternyata karena aku kurang minum air putih. Makanya jadinya perut kram,” lanjutnya.

“Aku tuh entah kenapa selalu lupa minum. Habis makan mie yang seret aja aku bisa nggak minum air,” ucapnya.

Selain itu, Lula menyebut trauma pernah mengalami ISK membuatnya takut minum air terlalu banyak, terutama saat bepergian.

"Karena aku pernah ISK, aku takut kalau minum air banyak. Takut kebelet pipis di saat yang tidak tepat, misalnya lagi di jalan macet. Itu udah aku anti banget," katanya.

Namun, ia menyadari kebiasaan tersebut justru memperburuk kondisinya.

“Tapi ternyata malah bikin ISK juga karena kurang minum,” ujarnya sambil bercanda.

Lula mengungkapkan bahwa nyeri perut masih dirasakan hingga menjelang pemeriksaan lanjutan, termasuk rencana menjalani CT scan. 

Dalam unggahannya, Lula berharap hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang aman.

Ditemukan Sekuriti

Pada Jumat (23/1/2026), Lula ditemukan sudah tak bernyawa di Apartemen Essence Dharmawangsa di Jakarta Selatan, sekira pukul 18.44 WIB. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, sosok yang pertama kali menemukan Lula adalah sekuriti apartemen usai asisten rumah tangga (ART) khawatir karena tak membuka pintu.

“Korban ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB pada Jumat, 23 Januari 2026,” kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat. Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Saat itu, Asiah sang ART merasa curiga karena Lula tidak memberikan respon sejak berada di dalam kamar.

Karena khawatir, Asiah pun meminta bantuan pihak manajemen apartemen untuk membantu membuka pintu kamar tersebut.

Saat pintu kamar Lula dibuka, Asiah bersama dengan empat orang dari manajemen apartemen menemukan kondisi Lula sudah dalam posisi telentang.

Lalu pada bagian mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan saat cek denyut nadi, detak jantung udah tidak ada.

Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Lula.

“Harus dilakukan autopsi kalau untuk memastikan (penyebab kematiannya),” ujar Budi. 

Berrgabung dan baca menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.