Sejarah Indonesia Masters yang Kini Ramaikan Istora, Ada Jejak di Stadion Palaran, Samarinda
January 25, 2026 05:19 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Rangkaian turnamen BWF World Tour kali ini sampai di Indonesia Masters 2026 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Gelaran Indonesia Masters 2026 yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 500 menjadi salah satu ajang bergengsi yang dinantikan publik badminton Tanah Air dan diminati banyak pemain kelas dunia.   

Tahun ini, ada dua wakil Merah Putih yang berhasil masuk ke final Indonesia Masters 2026 yakni, Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Geliat masyarakat untuk kembali Ngistora untuk menonton laga badminton kembali bergairah di Indonesia Master 206. 

Baca juga: Jadwal Final Indonesia Masters 2026 Hari Ini, Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Jadi Tumpuan, Live TV

Publik pecinta badminton ramai-ramai memadati Istora Senayan Jakarta untuk menonton aksi para pemain kelas dunia.

Bukan hanya ramai-ramai menonton aksi pemain badminton di Indonesia Masters 2026, tapi publik juga menikmati berbagai games di luar lapangan. 

Sejumlah booth dari pihak sponsor menjadi incaran masyarakat, dari yang ingin sekadar mencari jajanan di sela menonton, bermain games sampai berinteraksi dengan pemain.

Masyarakat juga berebut tanda tangan dengan para pemain badminton bukan hanya dari Indonesia tapi pemain-pemain asing pun ditunggu fans.

Inilah yang membuat pemain dunia senang tampil di Indonesia.

Militansi fans badminton Tanah Air tak diragukan lagi.

Hingga gelaran Indonesia Masters 2026 masih digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Sebelumnya, sempat muncul wacana venue Indonesia Masters dipindahkan ke Indonesia Arena.

Namun, kemudian Istora Senayan tetap menjadi venue gelaran Indonesia Masters sampai dengan tahun 2026.

Di kalangan pecinta badminton Tanah Air setiap jelang gelaran turnamen BWF World Tour di Indonesia, biasa ajakan yang muncul adalah Kapan Ngistora, inilah yang kemudian membuat Istora menjadi lekat dengan Indonesia Masters maupun Indonesia Open.

Namun sejarah Indonesia Masters bukanlah bermula dari Istora Senayan, Jakarta.

Cikal bakal Indonesia Masters adalah turnamen Indonesia Grand Prix Gold yang dimulai di tahun 2010 yang digelar di Stadion Palaran, Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Maskot turnamen Indonesia Grand Prix Gold 2011 tersebut adalah pesut Mahakam. 

Ketika itu GOR Palaran, Samarinda juga ramai dengan hiruk pikuk para pecinta badminton.

Sama seperti di Istora Senayan Jakarta saat ini, ada sejumlah booth sponsor yang membuat suasana nonton menjadi semakin semarak.

Cikal bakal Indonesia Masters

Di Indonesia Grand Prix Gold tahun 2010, terjadi All Indonesian Final di tiga nomor sekaligus yakni tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran. 

Di nomor tunggal putra, Taufik Hidayat bertemu dengan Dionysius Hayom Rumbaka. 

Sosok Taufik Hidayat yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) menjadi juara di tunggal putra setelah mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka. 

Sementara di nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad Liliyana Natsir memenangi perang saudara melawan Markis Kido/Lita Nurlita.

Di nomor ganda putra, Mohammad Ahsan/Bona Setiawan meraih gelar setelah mengalahkan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.

Di nomor ganda putri, Greysia Polii/Meiliana Jauhari menjadi runner up setelah kalah dari pasangan China, Luo Ying/Luo Yu.

Sedangkan di nomor tunggal putri, wakil Thailand Ratchanok Intanon menjadi juara.

Turnamen Indonesia Grand Prix Gold 2020 di Samarinda ini juga menjadi awal mula kemunculan Ratchanok Intanon yang dijuluki Ratu Badminton Thailand.

Wakil tunggal putri Indonesia ketika itu, Maria Febe Kusumastuti terhenti di semifinal. 

Gelaran Indonesia Grand Prix Gold kemudian digelar di sejumlah kota bergantian dari tahun ke tahun, ada Palembang, Yogyakarta, Malang, Balikpapan hingga Nusa Dua, Bali.

Berganti Nama jadi Indonesia Masters

Pada tahun 2014, Indonesia Open Grand Prix Gold berubah nama dan dipersingkat menjadi Indonesia Masters. 

Dilansir TribunKaltim.co dari bobo.grid.id, Indonesia Masters digolongkan sebagai turnamen level keempat dalam Grade 2 dengan kategori BWF World Tour Super 500. 

Level turnamen ini berada di bawah BWF World Tour Super 750, BWF World Tour Super 1000, dan BWF World Tour Finals. 

Meskipun begitu, Indonesia Masters tidak kalah bergengsi karena sering diikuti oleh pemain bulu tangkis unggulan dunia. 

Sejak turnamen ini digelar pada tahun 2010, Indonesia menjadi negara yang paling banyak meraih gelar juara.

Indonesia Masters Pernah Naik Kasta

O iya, Indonesia Masters pernah naik kasta menjadi turnamen bulu tangkis berkategori BWF World Tour Super 750 pada 2021. 

Perubahan ini terjadi akibat situasi pandemi Covid-19 yang membuat jadwal kompetisi bulu tangkis internasional berantakan. 

Saat itu, sejumlah turnamen batal digelar dan memaksa BWF menyesuaikan agenda kompetisi untuk 2020 dan 2021. 

Hal inilah yang membuat Indonesia Masters naik kasta dari kategori BWF World Tour Super 500 ke BWF World Tour Super 750. 

Memasuki musim 2022, BWF mulai mengembalikan turnamen bulu tangkis ke kategori semula, teman-teman.

Sejak 2022, Indonesia Masters kembali menjadi BWF World Tour Super 500, begitupun tahun ini.

Baca juga: Rekap Hasil Badminton Indonesia Masters 2026 Hari Ini, Raymond/Joaquin Susul Alwi Farhan ke Final

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.